Logo

What We're Doing Right Now

  • SEMINAR NASIONAL PERLINDUNGAN TANAMAN PERKEBUNAN

    Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah tropis yang kaya akan sumberdaya alam baik hayati dan non-hayati. Sektor pertanian khususnya perkebunan menempati urutan kedua setelah sektor migas dalam menyumbang devisa negara. Kontribusi sektor perkebunan mencapai hampirRp159,7 triliun atau 18,5 persen terhadap PDB pertanian 2012, sementara itu jumlah tenaga kerja perusahaan perkebunan sebanyak 655.998 orang(BPS 2014).

    Dalam era global, keberlangsungan perdagangan produk perkebunan sering dikaitkan dengan praktek budidaya tanaman yang baik (Good Agricultural Practices/GAP) dan sustainability (keberlanjutan yang mencakup semua aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan). Pengendalian organisme pengganggutanaman (OPT) merupakan salah satu aspek yang terkait dengan GAP dan isu lingkungan. Oleh karena itu perlu dikembangkan pengelolaan OPT yang tidak berdampak buruk terhadap kesehatan, keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

    Serangan OPT di lapangan memberikan dampak yang cukup signifikan dalam penurunan kualitas maupun kuantitas produksi perkebunan. Beberapa kasus serangan OPT yang saat ini menjadi masalah utama adalah seranganulat api dan Ganoderma pada kelapa sawit yang menyebabkan kerugian yang sangat besar. Serangan hama penggerek tebu Scirpophaga excertalis dan uretLepidiota stigma dilaporkan pada tahun 2015 mampu menyebabkan penurunan hasil sampai 51%. Hama penggerek buah kakao (PBK)Conopomorpha cramerella dan penyakit vascular streak die-back (VSD) yang disebabkan oleh Ceratobasidium theobromae saat ini merupakan hama dan penyakit utama yang menyerang perkebunan kakao.

    Masalah perlindungan tanaman perkebunan yang kompleks tersebut perlu disikapi dengantindakan yang sinergis dari semua pihak yang berkepentingan dengan masalah ini.  Unit Kajian Pengendalian Hama Terpadu, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian  IPB bekerjasama dengan Perhimpunan Fitopatologi Indonesia (PFI) Komda Bogor dan Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) cabang Bogor berinisiatif untuk menyelenggarakan Seminar Nasional Perlindungan Tanaman Perkebunan.

     

    TUJUAN

    1 Mengidentifikasi permasalahan aktual perlindungan tanaman perkebunan 
    2 Meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pemangku kepentingan (stakeholder) bidang perkebunan, terhadap ancaman penyebaran hama dan penyakit tanaman perkebunan
    3 Menghimpun hasil-hasil penelitian, kajian dan pengalaman empiris terbaru di bidang perlindungan tanaman perkebunan dari berbagai kalangan
    4 Berbagi informasi dan pengetahuan teknologi untuk memperkuat sistem perlindungantanaman perkebunan

     

    JENIS KEGIATAN

    Kegiatan terdiri atas pemaparan makalah oleh keynote speaker,dilanjutkan presentasi lisan dan poster oleh peserta seminar yang mencakup berbagai hal terkait dengan perlindungan tanaman perkebunan dan aspek pendukung lainnya.

     

    KEYNOTE SPEAKER

    Kebijakan Nasional dalam Pengembangan Perkebunan di Indonesia (Direktur Jenderal Perkebunan, Kementrian Pertanian RI) 
    Agenda Riset dalam Mendukung Perlindungan Tanaman Perkebunan (DirekturLembagaRiset Perkebunan Indonesia) 
    Inovasi Perlindungan Tanaman Perkebunan (DirekturRisetdanPengembangan, PT Sampoerna Agro Tbk.) 
    4 Success Story dalam Pengelolaan Perlindungan Tanaman Perkebunan
    5 Pengelolaan Pestisida di Perkebunan
    Perlindungan Perkebunan Berbasis Bio-intensif  

     

    WAKTU DAN PELAKSANAAN

    Seminar akan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2016 di Fakultas Pertanian, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

     

    PRESENTASI LISAN dan POSTER

    Peserta seminar yang akan berpartisipasi dalam presentasi lisan atau poster wajib mengirimkan abstrak dan makalah lengkap
      Format Prosiding: Times New Roman 12pt, A4, margin 4-3-3-3, spasi 2, maksimal 15 halaman termasuk gambar dan tabel. Makalah tersusun atas Judul (bahasa Indonesia dan Inggris), Abstrak (dalam bahasa Inggris), Pendahuluan, Tujuan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, dan Daftar Pustaka.
      Format JEI (tersedia disini)
      Format JFI (tersedia disini)
    2 Presentasi lisan atau poster akan dilakukan setelah presentasi keynote speaker.
    3 Makalah paling lambat dikirimkan tanggal 15 Oktober 2015 ke e-mail panitia: pkpht.ipb@gmail.com
    4 Peserta poster, diwajibkan membawa poster berukuran A0 (Portrait) pada saat registrasi tanggal 25 Oktober 2016
    5 Makalah akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding atau Jurnal. [5 Artikel ilmiah terpilih akan difasilitasi untuk dipublikasikan pada Jurnal Entomologi Indonesia (JEI) atau Jurnal Fitopatologi Indonesia (JFI)].

      

    BIAYA KEIKUTSERTAAN*

    Mahasiswa (S1/S2/S3)   :Rp. 250,000,-

    Umum                           :Rp. 500,000,-

    Peserta akan mendapatkan seminar kit, makan siang, coffee break,dansertifikat.

    *Peserta yang menginginkan prosiding seminar dikenakan biaya tambahan sebesarRp. 150.000,Biaya tidak termasuk akomodasi dan penginapan selama seminar.

     

    PENDAFTARAN

    Pendaftaran peserta dilakukan dengan mengisi formulir yang telah disediakan (online: disini), 

    kemudian mengirimkan kepada sekretariat melalui email atau faximilipaling lambat tanggal 10 Oktober 2016 

    Peserta mentransfer biaya seminar keRekening Panitia

         Nama Bank    : BNI Cabang Dramaga Bogor

         No. Rekening  : 0140774031 

         Atas Nama     : Dept.Proteksi Tanaman

     

    *Pembayaran dapat juga dilakukan saat registrasi seminar

    Peserta mengirimkan foto/scan bukti transfer melalui email pkpht.ipb@gmail.com 

    Contact Person :

    NadzirumMubin, SP., MSi      (085762424232)

    Mahardika Gama P., SP.        (085647238553)

    5

    Informasi Penginapan di sekitar lokasi seminar

    Hotel Duta Berlian                 (0251-8627627)

    Wisma Amarilis                     (0251-8627076)

    Wisma International             (085814925525)

    Read More

Recent News

SEMINAR NASIONAL PERLINDUNGAN TANAMAN PERKEBUNAN

Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah tropis yang kaya akan sumberdaya alam baik hayati dan non-hayati. Sektor pertanian khususnya perkebunan menempati urutan kedua setelah sektor migas dalam menyumbang devisa negara. Kontribusi sektor perkebunan mencapai hampirRp159,7 triliun atau 18,5 persen terhadap PDB pertanian 2012, sementara itu jumlah tenaga kerja perusahaan perkebunan sebanyak 655.998 orang(BPS 2014).

Dalam era global, keberlangsungan perdagangan produk perkebunan sering dikaitkan dengan praktek budidaya tanaman yang baik (Good Agricultural Practices/GAP) dan sustainability (keberlanjutan yang mencakup semua aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan). Pengendalian organisme pengganggutanaman (OPT) merupakan salah satu aspek yang terkait dengan GAP dan isu lingkungan. Oleh karena itu perlu dikembangkan pengelolaan OPT yang tidak berdampak buruk terhadap kesehatan, keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

Serangan OPT di lapangan memberikan dampak yang cukup signifikan dalam penurunan kualitas maupun kuantitas produksi perkebunan. Beberapa kasus serangan OPT yang saat ini menjadi masalah utama adalah seranganulat api dan Ganoderma pada kelapa sawit yang menyebabkan kerugian yang sangat besar. Serangan hama penggerek tebu Scirpophaga excertalis dan uretLepidiota stigma dilaporkan pada tahun 2015 mampu menyebabkan penurunan hasil sampai 51%. Hama penggerek buah kakao (PBK)Conopomorpha cramerella dan penyakit vascular streak die-back (VSD) yang disebabkan oleh Ceratobasidium theobromae saat ini merupakan hama dan penyakit utama yang menyerang perkebunan kakao.

Masalah perlindungan tanaman perkebunan yang kompleks tersebut perlu disikapi dengantindakan yang sinergis dari semua pihak yang berkepentingan dengan masalah ini.  Unit Kajian Pengendalian Hama Terpadu, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian  IPB bekerjasama dengan Perhimpunan Fitopatologi Indonesia (PFI) Komda Bogor dan Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) cabang Bogor berinisiatif untuk menyelenggarakan Seminar Nasional Perlindungan Tanaman Perkebunan.

 

TUJUAN

1 Mengidentifikasi permasalahan aktual perlindungan tanaman perkebunan 
2 Meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pemangku kepentingan (stakeholder) bidang perkebunan, terhadap ancaman penyebaran hama dan penyakit tanaman perkebunan
3 Menghimpun hasil-hasil penelitian, kajian dan pengalaman empiris terbaru di bidang perlindungan tanaman perkebunan dari berbagai kalangan
4 Berbagi informasi dan pengetahuan teknologi untuk memperkuat sistem perlindungantanaman perkebunan

 

JENIS KEGIATAN

Kegiatan terdiri atas pemaparan makalah oleh keynote speaker,dilanjutkan presentasi lisan dan poster oleh peserta seminar yang mencakup berbagai hal terkait dengan perlindungan tanaman perkebunan dan aspek pendukung lainnya.

 

KEYNOTE SPEAKER

Kebijakan Nasional dalam Pengembangan Perkebunan di Indonesia (Direktur Jenderal Perkebunan, Kementrian Pertanian RI) 
Agenda Riset dalam Mendukung Perlindungan Tanaman Perkebunan (DirekturLembagaRiset Perkebunan Indonesia) 
Inovasi Perlindungan Tanaman Perkebunan (DirekturRisetdanPengembangan, PT Sampoerna Agro Tbk.) 
4 Success Story dalam Pengelolaan Perlindungan Tanaman Perkebunan
5 Pengelolaan Pestisida di Perkebunan
Perlindungan Perkebunan Berbasis Bio-intensif  

 

WAKTU DAN PELAKSANAAN

Seminar akan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2016 di Fakultas Pertanian, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

 

PRESENTASI LISAN dan POSTER

Peserta seminar yang akan berpartisipasi dalam presentasi lisan atau poster wajib mengirimkan abstrak dan makalah lengkap
  Format Prosiding: Times New Roman 12pt, A4, margin 4-3-3-3, spasi 2, maksimal 15 halaman termasuk gambar dan tabel. Makalah tersusun atas Judul (bahasa Indonesia dan Inggris), Abstrak (dalam bahasa Inggris), Pendahuluan, Tujuan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, dan Daftar Pustaka.
  Format JEI (tersedia disini)
  Format JFI (tersedia disini)
2 Presentasi lisan atau poster akan dilakukan setelah presentasi keynote speaker.
3 Makalah paling lambat dikirimkan tanggal 15 Oktober 2015 ke e-mail panitia: pkpht.ipb@gmail.com
4 Peserta poster, diwajibkan membawa poster berukuran A0 (Portrait) pada saat registrasi tanggal 25 Oktober 2016
5 Makalah akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding atau Jurnal. [5 Artikel ilmiah terpilih akan difasilitasi untuk dipublikasikan pada Jurnal Entomologi Indonesia (JEI) atau Jurnal Fitopatologi Indonesia (JFI)].

  

BIAYA KEIKUTSERTAAN*

Mahasiswa (S1/S2/S3)   :Rp. 250,000,-

Umum                           :Rp. 500,000,-

Peserta akan mendapatkan seminar kit, makan siang, coffee break,dansertifikat.

*Peserta yang menginginkan prosiding seminar dikenakan biaya tambahan sebesarRp. 150.000,Biaya tidak termasuk akomodasi dan penginapan selama seminar.

 

PENDAFTARAN

Pendaftaran peserta dilakukan dengan mengisi formulir yang telah disediakan (online: disini), 

kemudian mengirimkan kepada sekretariat melalui email atau faximilipaling lambat tanggal 10 Oktober 2016 

Peserta mentransfer biaya seminar keRekening Panitia

     Nama Bank    : BNI Cabang Dramaga Bogor

     No. Rekening  : 0140774031 

     Atas Nama     : Dept.Proteksi Tanaman

 

*Pembayaran dapat juga dilakukan saat registrasi seminar

Peserta mengirimkan foto/scan bukti transfer melalui email pkpht.ipb@gmail.com 

Contact Person :

NadzirumMubin, SP., MSi      (085762424232)

Mahardika Gama P., SP.        (085647238553)

5

Informasi Penginapan di sekitar lokasi seminar

Hotel Duta Berlian                 (0251-8627627)

Wisma Amarilis                     (0251-8627076)

Wisma International             (085814925525)

SEMINAR: Synthetic Biology – Biosafety and Contribution to Addressing Societal Challenges

Synthetic biology (SynBio) merupakan cabang ilmu baru dalam ilmu biologi yang khusus mempelajari tentang rekayasa dan sintesis de novo material genetik untuk memperbaiki komponen atau sistem biologi yang ada. IstilahSynBio pertama kali digunakan dalam rekayasa genetik bakteri melalui teknologi DNA rekombinan.  Namun saat ini penerapan SynBio telah banyak digunakan dalam berbagai bidang, diantaranya untuk menghasilkan alat diagnostik penyakit HIV dan hepatitis; atau rekayasa genetik tanaman untuk memperbaiki sifat tanaman dengan lebih efisien.  Seperti halnya dengan produk-produk rekayasa genetik sebelumnya, yaitu genetic modified-organism(GMO), kehadiran produk-produk SynBio tersebut dikhawatirkan akan membawa dampak pada keamanan hayati dan ligkungan.  Penilaian risiko dan panduan keamanan untuk GMO bisa saja digunakan untuk produk-produkSynBio, tetapi ada ketidakpastian sejauh mana proses dan produkSynBio dicakup oleh protokol internasional dibawah Konvensi Keanekaragaman Hayati, yaitu Cartagena Protocol, dan Nagoya Protocol. Implementasi yang efektif dari protokol tersebut pada akhirnya akanberimplikasi pada pemahaman yang baik tentang bioteknologi dan dampaknya terhadap keamanan hayati dan lingkungan.  Forum-forum diskusi antara peneliti, ilmuwan, pemerhati lingkungan, pemangku kebijakan, dan rakyat awam akan membantu mempersiapkan dunia dan komunitasnya menghadapi kemajuan teknologi.

 

TUJUAN

Seminar dilaksanakan untuk menyebarluaskan pengetahuan terkaitperkembangan ilmu di bidang Synthetic Biology. Pemahaman terkait ruang lingkup, risiko dan dampak sosial yang akan terjadi selanjutnya diharapkan dapat menjadi landasan kebijakan terkait dengan Synthetic Biology.

 

BENTUK KEGIATAN

Seminar akan diisi oleh narasumber dalam bentuk pemaparan berbagai topik terkait Synthetic Biology, dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin oleh moderator.

 

TOPIK SEMINAR

1.  What is Synthetic Biology?.

2.  Socio ecological and ethical aspect in Synthetic Biology.

3.  Risk assessment of Synbio products.

4.  Understanding complexity and its implications for Synthetic Biology.

5.  Integrating Synthetic Biology issues into biosafety policy in Indonesia.

 

NARASUMBER SEMINAR

1. Prof. Trygve Brautaset (NIBIO, Norway)

2. Dr. Anne I Mhyr (Genok, Norway)

3. Dr. Odd-Gunnar Wikmark (Genok, Norway)

4. Dr. Husein Alatas (IPB, Indonesia)

5. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

 

WAKTU DAN PELAKSANAAN

Seminar dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 Mei 2016 di IPB International Convention Center, Botany Square - Jl. Pajajaran – Bogor mulai pukul 8.00sampai 15.30 WIB

 

 

PENDAFTARAN

1.   Pendaftaran seminar ini gratis, tidak dipungut biaya apapun.

2.   Pendaftaran secara online dapat dilakukan dengan mengisi formulir → DISINI.

3.   Panitia akan menentukan peserta seminar dengan kriteria gender (±50% wanita), latar belakang bidang keahlian, dan pekerjaan.

4.   Pendaftaran ditutup pada tanggal 02 Meil 2016 pukul 23.59 WIB.

5.   Peserta yang terpilih akan dihubungi oleh panitia.

6.   Panitia bertanggung jawab dan berkuasa penuh dalam pemilihan peserta seminar.

7.   Contact person :

 

Mahardika Gama     (085647238553)

Nadzirum Mubin      (085762424232)

  

PENYELENGGARA

Seminar ini diselenggarakan oleh Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor bekerjasama dengan Norwegian ResearchInstitutes GenØk – Centre for Biosafety danNorwegian Institute of Bioeconomic Research (NIBIO).

 

Recent Events

Diskusi Panel Proteksi Tanaman: Penyelamatan Produksi Beras Nasional dari Ledakan Penyakit Blas

01 October 2016

Institut Pertanian Bogor, Dramaga Bogor

Kajian Keprofesian

23 March 2016

IPB Dramaga, Bogor