Logo

Pelatihan: Panen Madu dari Lebah Klanceng di TMII

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan bekerjasama dengan PEKA (Peduli Konservasi Alam) dengan tema memanen madu dari rumah sendiri dilaksanakan pada Sabtu, 26 Januari 2019 di Museum Serangga, TMII. Narasumber yang menjadi pembicara yaitu Nadzirum Mubin, SP., MSi yang merupakan staf Departemen Proteksi Tanaman, Faperta IPB.

Pelatihan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan ekologi dari Klanceng. Klanceng merupakan kelompok lebah tanpa sengat (stingless bee) yang dapat menghasilkan madu mirip dengan lebah madu (honey bee). Menurut Nadzir, “klanceng mempunyai keunggulan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lebah madu yaitu kandungan Vit C lebih tinggi yang dicirikan dari rasa madunya yang lebih asam tetapi manis” tungkasnya. Klanceng merupakan nama lokal dari wilayah Jawa Tengah, di Jawa Barat biasa disebut dengan “Teuwul”, di Padang “Galo-Galo”, Malaysia “Kelulut” dan sebagainya.

Peranan lebah tanpa sengat tidak hanya dapat dimanfaatkan madu, bee pollen, maupun propolisnya. Tetapi dampak yang lebih besar dapat diperoleh dari pemanfaatan klanceng di sekitar rumah kita. Klanceng yang mempunyai perilaku dasar sebagai pollinator/penyerbuk mempunyai peranan yang sangat penting yaitu untuk menyerbuki tanaman atau pepopohan di sekitar. Menurut Nadzir, “3/4 dari jumlah tanaman yang ada, proses penyerbukannya dibantu oleh serangga, dan serangga yang mendominasinya yaitu dari kelompok lebah”. Beberapa penelitian dan tanggapan dari masyarakat setelah memanfaatkan klanceng mendapatkan manfaat yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Manfaat yang diperoleh dari segi ekonomi yaitu dapat memanen madu secara mandiri di rumah tanpa harus membeli dari pasar/supermarket (harga madu klanceng berkisar 300-400 ribu per liter). Selain itu, manfaat yang lebih besar yang dirasakan adalah adanya bantuan penyerbukan yang menyebabkan tanaman buah dan sayuran di sekitar lingkungan rumah menjadi semakin banyak dan mempunyai durasi penyimpanan yang lebih lama.

Dalam pelatihan tersebut yang dihadiri oleh sebagian besar senior dari museum serangga TMII mempunyai antusias yang tinggi. Mereka berharap sebelum masa pensiun dapat membudidayakan klanceng ini untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitarnya.

PDF Download