Logo

Liputan: International Field Course 2019

Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB dan School of Environmental Science, The University of Shiga Prefecture bekerjasama dengan Taman Nasional Gunung Ciremai untuk mengadakan International Field Course Program 2019. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 13-22 September ini diikuti oleh 29 peserta. Sebanyak 19 peserta merupakan mahasiswa dari The University of Shiga Prefecture dan 10 lainnya merupakan mahasiswa IPB dari Departemen Proteksi Tanaman, Departemen Manajemen Hutan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, dan Departemen Biologi. Selain melaksanakan kuliah lapangan,  kegiatan ini juga diisi dengan kuliah pembekalan terkait topik-topik kesehatan lingkungan yang disampaikan oleh dosen-dosen dari Departemen Proteksi Tanaman dan The University of Shiga Prefecture.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Suwardi, M.Agr pada hari Sabtu, 14 September 2019 di Ruang Sidang 1 Departemen Proteksi Tanaman. Kuliah pembekalan dilanjutkan oleh Dr. Ir Suryo Wiyono (Diversity of Tropical Microbes), Dr. Idham Sakti Harahap (Diversity of Tropical Insect), dan Prof. Takuya Takahashi (Forestry Policy). Kegiatan hari pertama diakhiri dengan kunjungan ke Museum Serangga Soemartono Sosromarsono di Departemen Proteksi Tanaman. Seluruh rangkaian kegiatan didampingi para dosen Departemen Proteksi Tanaman yaitu Dr. Suryo Wiyono, Dr. Sugeng Santoso, Dr. Idham Sakti Harahap, Dr. Yayi Munara Kusumah, Nadzirum Mubin, SP, M.Si, dan Hagia Sophia Khairani, SP, M.Si

Pada hari Senin, 15 September pagi, rombongan bergerak menuju Villa Kampung Gunung, Kabupaten Kuningan dan menginap selama 5 malam. Dalam perjalanan menuju vila, peserta mengunjungi Museum Linggarjati di Kuningan untuk khususnya untuk memperkenalkan peristiwa perundingan Linggarjati pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Keesokan harinya, peserta disambut oleh tim dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) dan Bapak Kuswandono sebagai kepala balai menyampaikan kuliah umum terkait upaya BTNGC dalam konservasi sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat sekitar BTNGC. Kuliah dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr. Toshinori Nakagawa (Animal Science), Dr. Masahiro Maruo (Aquatic Chemistry), dan Dr. Sotaro Yukawa (Transportation Policy in Japan and Indonesia).

Setelah menyelesaikan seluruh kuliah pembekalan, para peserta melaksanakan kuliah lapangan selama 2 hari (17-18 September) dengan mengunjungi 5 lokasi. Kelima lokasi tersebut berada di sekitar BTNGC dan satu diantaranya merupakan perusahaan swasta. Lokasi-lokasi yang dikunjungi tersebut adalah 1) Kawasan praktik pertanian sehat untuk tanaman padi yang memanfaatkan benih unggul dan mikrob PGPR dari IPB, 2) Kampung domba dan pengolahan pupuk kandang dari kotoran dan Kampung Wisata Cibuntu yang menyajikan kesenian dengan berbagai alat musik dari bambu, 3) Konservasi ikan dewa (Javan salmon), 4) Konservasi elang jawa dan restorasi hutan menggunakan metode Prof. Miawaki, dan 5) Pengelolaan CV. Jagaraga yang merupakan perusahaan air minum dengan mata air dari Gunung Ciremai.

Pada tanggal 19 September, peserta yang telah dibagi ke dalam 5 kelompok mendiskusikan hasil kuliah lapangan dan mempresentasikan topik masing-masing di hadapan para dosen dan Bapak San Andre sebagai perwakilan dari BTNGC. Selain memaparkan temuan di lapangan, setiap kelompok juga memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan manajemen kawasan konservasi di BTNGC. Pada malam harinya, peserta menikmati api unggun, Tari Bali, dan barbeque diiringi dengan hiburan dari masing-masing dosen dan mahasiswa. Kegiatan di Ciremai diakhiri dengan kunjungan ke PT. Galih Estetika Indonesia pada tanggal 20 September. Perusahaan ini merupakan eksportir ubi jalar ke Jepang dan Korea dan memiliki 400 petani mitra di Pulau Jawa.

Kegiatan peserta di Bogor selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 21 September dengan mengunjungi Pusat Kajian Hortikultura Tropika di Tajur dan kunjungan ke Kebun Raya Bogor. Acara ditutup dengan farewell party yang dihadiri oleh para peserta, seluruh dosen yang terlibat selama kuliah pembekalan dan kuliah lapangan, dan Direktur Jenderal Konservasi SDA dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada hari Minggu, 22 September 2019, peserta kembali ke dengan sebelumnya mengunjungi Monumen Nasional dan Museum Nasional di Jakarta.

PDF Download