Logo

Daftar Berita

Seminar UKPHT: Community Phylogenetics and Trait Dispersion of Arboreal Ants After Rainforest Conversion to Monoculture in Sumatera

Rabu 06 Februari 2019, Unit kajian Pengandalian Hama Terpadu (UKPHT) – Departemen Proteksi Tanaman mempunyau agenda seminar rutin, seminar kali ini UKPHT mengundang Doktor dari Universitas Gottingen – Jerman untuk mengisi seminar rutin ini. Dr. Jochen Drescher Peneliti semut dari universitas Gottingen memaparkan hasil penelitiannya mengenai Filogenetik Komunitas dan Penyebaran Sifat dari semut tanah yang mengalami perubahan ekosistem dari hutan hujan menjadi hutan monokultur yang berada di Pulau Sumatera.

Seminar yang diadakan pada hari rabu 06 Februari 2019 bertempat Ruang Sidang 1 PTN (W 7, Lv 5) ini dihadiri 54 peserta yang bukan hanya berasal dari internal civitas akademika Departemen Proteksi Tanaman saja, namun juga dihadiri oleh beberapa departemen lainnya bahkan ada yang berasal dari universitas Brawijaya – Malang.

PDF Download

Pelatihan: Panen Madu dari Lebah Klanceng di TMII

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan bekerjasama dengan PEKA (Peduli Konservasi Alam) dengan tema memanen madu dari rumah sendiri dilaksanakan pada Sabtu, 26 Januari 2019 di Museum Serangga, TMII. Narasumber yang menjadi pembicara yaitu Nadzirum Mubin, SP., MSi yang merupakan staf Departemen Proteksi Tanaman, Faperta IPB.

Pelatihan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan ekologi dari Klanceng. Klanceng merupakan kelompok lebah tanpa sengat (stingless bee) yang dapat menghasilkan madu mirip dengan lebah madu (honey bee). Menurut Nadzir, “klanceng mempunyai keunggulan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lebah madu yaitu kandungan Vit C lebih tinggi yang dicirikan dari rasa madunya yang lebih asam tetapi manis” tungkasnya. Klanceng merupakan nama lokal dari wilayah Jawa Tengah, di Jawa Barat biasa disebut dengan “Teuwul”, di Padang “Galo-Galo”, Malaysia “Kelulut” dan sebagainya.

Peranan lebah tanpa sengat tidak hanya dapat dimanfaatkan madu, bee pollen, maupun propolisnya. Tetapi dampak yang lebih besar dapat diperoleh dari pemanfaatan klanceng di sekitar rumah kita. Klanceng yang mempunyai perilaku dasar sebagai pollinator/penyerbuk mempunyai peranan yang sangat penting yaitu untuk menyerbuki tanaman atau pepopohan di sekitar. Menurut Nadzir, “3/4 dari jumlah tanaman yang ada, proses penyerbukannya dibantu oleh serangga, dan serangga yang mendominasinya yaitu dari kelompok lebah”. Beberapa penelitian dan tanggapan dari masyarakat setelah memanfaatkan klanceng mendapatkan manfaat yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Manfaat yang diperoleh dari segi ekonomi yaitu dapat memanen madu secara mandiri di rumah tanpa harus membeli dari pasar/supermarket (harga madu klanceng berkisar 300-400 ribu per liter). Selain itu, manfaat yang lebih besar yang dirasakan adalah adanya bantuan penyerbukan yang menyebabkan tanaman buah dan sayuran di sekitar lingkungan rumah menjadi semakin banyak dan mempunyai durasi penyimpanan yang lebih lama.

Dalam pelatihan tersebut yang dihadiri oleh sebagian besar senior dari museum serangga TMII mempunyai antusias yang tinggi. Mereka berharap sebelum masa pensiun dapat membudidayakan klanceng ini untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitarnya.

PDF Download

Sidang Tesis: Magister P.S Entomologi a.n Robi Eka Putra

Tahapan terakhir sebelum diselenggarakanya wisuda bagi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor, baik program sarjana sampai program pascasarjana adalah prosesi sidang. Bagi mahasiswa program pascasarjana S2 prosesi sidang tesis menentukan lulus tidaknya mahasiswa tersebut, maka proses sidang ini sangat menentukan nasib mereka. Pada segmen ini akan diberitakan mengenai sidang tesis mahasiswa pascasarjana yang ada di Departemen Proteksi Tanaman IPB.

Segmen ini adalah liputan tentang sidang mahasiswa program studi entomologi yang bernama Robi Eka Putra, sidang dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2019, bertempat di Ruang Sidang 1 - Departemen proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian – IPB.

Mahasiswa pascasarjana yang menjadi calon Master ini merupakan mahasiswa yang berada dibawah komisi pembimbing Dr. Ir. Dadan Hindayana dan Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc. Dosen yang bertindak sebagai penguji luar komisi adalah Dr. Ir.  Sugeng Santoso, M.Agr, selain itu hadir pula ketua program studi entomologi Dr. Ir. Pudjianto, M.Si. Robi Eka Putra menyampaikan hasil penelitian tesisnya yang berjudul ”Tanggap Fungsional, Preferensi Ukuran Mangsa, Prilaku Kanibalisme, dan Tingkat Keberhasilan Hidup Sycanus annulicarnis Dhor. (Hemiptera: Reduviidae)”.

Penelitian tesis sdr Robi Eka Putra ini meneliti beberapa aspek yang ada pada serangga predator yang sering difungsikan sebagai agens hayati, yaitu Sycanus annulicarnis Dhor. (Hemiptera: Reduviidae).

PDF Download

Migratoria 2019

Migratoria merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Himasita (Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman) yang merupakan himpunan profesi mahasiswa di bawah naungan Departemen Proteksi Tanaman, IPB. Kegiatan ini selalu diadakan pada awal tahun, biasa berbarengan dengan libur semester, kali ini kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 – 16 Januari 2019, dengan destinasi wilayah Jawa Barat, Khususnya Bandung dan kota sekitarnya.

Total peserta berjumlah 45 yang terdiri dari mahasiswa Proteksi Tanaman angkatan 52, 53, dan 54 serta didamping oleh staf dosen PTN, diantaranya Dr. Ir. Kikin Hamzah Muttaqin, MSi, Bonjok Istiaji, SP., MSi, dan Nadzirum Mubin, SP., MSi

Output yang diharapkan yaitu mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keilmuan yang sudah diperoleh dari perkuliahan dapat diterapkan langsung ke lapangan.

Pada kunjungan hari pertama (14 Jan 2019) yaitu mengunjungi BBPOPT Jatisari (Balai Besar Peramalan OPT). Peramalan OPT merupakan komponen penting dalam strategi pengendalian OPT. Angka ramalan tidak boleh terjadi, perlu strategi pengendalian rombongan diterima oleh Ir. Lilik Retnowati selaku Kepala Bidang Pelayanan Teknis Informasi dan Dokumentasi BBOPT. Selanjutnya kunjungan dilanjutkan ke PT. Sang Hyang Sri yang merupakan salah satu produsen benih bersertifikat yang sudah mengembangkan berbagai varietas padi asli Indonesia seperti Mekonga, Inpari, Ciherang dll. Rombongan di sambut oleh pak Efendi Kunjungan pertama dilakukan di bagian pengujian mutu benih, peserta menyimak dengan seksama materi tentang pengujian mutu benih sekaligus praktik pengujian daya berkecambah benih. Selanjutnya kunjungan ke gudang penyimpanan benih padi. Kemudian dilanjut ke gedung pengolahan benih padi dan ruang pengemasan benih.

Hari kedua (15 Jan 2019) mengunjungi tempat wisata Farm House yang berlokasi di Lembang-Bandung. Dilanjutkan kunjungan ke Balitsa (Balai Penelitian Tanaman Sayur) di Lembang-Bandung yang merupakan balai yang khusus melakukan penelitian tanaman sayuran baik yang khas Indonesia (sayuran tropis) maupun yang berasal dari daerah lain.

Perjalanan di hari ketiga (16 Jan 2019) yaitu Wisata di Taman Nasional Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat. Suhu di TN. Gn. Papandayan berkisar 14°C tapi tetap memberikan semangat untuk tracking dan melihat kawah dan hutan mati. Di TN Gn. Papandayan  juga terdapat pemandian air panas yang dapat menghilangkan lelah setelah tracking melihat pemandangan alam di atas. Selanjutnya kunjungan di Kebun agrowidata jeruk dan pusat edukasi Eptilu (F3: Fresh From Farm) yang dikelola langsung oleh alumni IPB Rizal Fahreza (AGH 46).

PDF Download