Logo

Daftar Berita

Liputan Media: Dosen IPB University, Dr. Widodo: Penemu Mikroba Penolong Tanaman (Green TV)

Bambu dan ilalang adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki ketahanan terhadap penyakit dan mampu bertahan hidup pada cuaca yang ekstrim, sehingga tanaman ini dapat digunakan sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria atau PGPR. PGPR dapat diartikan sebagai konsorsium bakteri perakaran yang berguna untuk pemacu pertumbuhan tanaman. PGPR berisi bakteri-bakteri baik seperti Pseudomonas fluorescens, Bacilus polymixa, dan lain-lain. PGPR bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan tanaman, meningkatkan pertumbuhan tanaman, dan dapat digunakan untuk berbagai tanaman pangan, hortikultura, maupun kehutanan. Mekanisme kerja PGPR diantaranya yaitu menginduksi ketahanan tanaman, menghasilkan zat pengatur tumbuh, meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman, dan menekan mikroba yang merugikan bagi tanaman. (Youtube: Green TV IPB)

Liputan Media: Mengenal Tawon Vespa affinis yang Mematikan (CNN Indonesia)

Teror tawon jenis Vespa affinis yang oleh warga setempat disebut tawon endhas atau tawon baluh semakin menjadi-jadi. Ratusan laporan disampaikan warga yang terganggu atau diserang tawon.

CNN Indonesia News Report terhubung melalui sambungan telepon dengan Dr. Purnama Hidayat, Staf Pengajar Bidang Entomologi IPB untuk berbincang terkait sarang tawon yang ada di permukiman warga (Youtube: CNN Indonesia).

PDF Download

Liputan: Jambore Proteksi Tanaman Indonesia (JPTI) 2019

Jambore Proteksi Tanaman Indonesia atau lebih dikenal dengan JPTI tahun ini kembali digelar, acara yang dulunya bernama National Plant Protection (NPV) ini sudah digelar ketiga kalinya. Tema besar yang diangkat pada JPTI 2019 ini adalah "Merumuskan Agroekologi untuk Menghadapi Ancaman Kedaulatan Pangan". JPTI ini digelar selama empat hari dari tanggal 6 – 9 November 2019 bertempat di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian – IPB University.

Kegiatan JPTI 2019 ini sepenuhnya diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman (HIMASITA) Departemen Proteksi Tanaman dengan peserta dari berbagai universitas, praktisi pertanian dan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam bidang pertanian.

Acara utama dari JPTI 2019 ini seperti pada tahun-tahun sebelumnya yaitu seminar nasional, selain itu ada pelatihan budidaya maggot dari Biomagg, Focus Group Discussion, perlombaan khas JPTI, dan ditutup dengan pentas seni yang dibawakan oleh civitas akademika PTN dan delegasi.

PDF Download

Liputan: Dosen Mengabdi dari Departemen Proteksi Tanaman

LPPM IPB (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) pada tahun ini melaksanakan kegiatan bertajuk “Dosen Mengabdi” kegiatan ini bertujuan untuk “Memfasilitasi dosen untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, menghasilkan output kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang terukur, mendukung kegiatan akademik dan penelitian, mensosialisasikan inovasi-inovasi IPB kepada masyarakat, serta memberikan spektrum impact kepada masyarakat” pungkas Dr. Sugeng Heri Suseno yang merupakan Wakil Kepala LPPM IPB bidang Pengabdian pada Masyarakat pada acara Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Kegiatan Dosen Mengabdi di Gedung Abdul Muis Nasution (AMN), FATETA, Kampus IPB Dramaga (6/11).

Jumlah dosen yang mengikuti program Dosen Mengabdi sebanyak 135 dosen, selain itu ada 35 fasilitator Stasiun Lapang Agrokreatif (SLAK). Dari 135 dosen yang berpartisipasi terdapat beberapa dosen Departertemen Proteksi Tanaman, salah satunya adalah Fitrianingrum Kurniawati, S.P., M.Si yang bertugas mengabdi di Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Terdapat sekitar 30 petani jambu biji yang mengikuti kegiatan tersebut. Petani - petani jambu biji sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dan merasa ada yang memperhatikannya setelah bertahun - tahun merasa tidak mendapat perhatian dan bimbingan dalam mengatasi permasalahan di lahan mereka. Pada kegiatan ini, pakar nematoda IPB University tersebut mengenalkan hama dan penyakit yang menyerang tanaman jambu biji serta pengendalian yang ramah lingkungan.

Hisnu, perwakilan petani mengucapkan terima kasih dan menyampaikan harapannya agar program ini dapat berlanjut sampai petani mandiri dan mampu mengelola Hama Penyakit Tanaman (HPT) pada tanaman yang mereka tanam. Untuk itu, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Pada tanggal 8 Desember 2019 mendatang masih akan ada kegiatan riset aksi. Riset aksi ini meliputi pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dari perakaran alang-alang dan bambu sebagai upaya untuk menyehatkan tanaman. Selain itu juga akan dilakukan penanaman tanaman tagetes di sekitar pertanaman jambu biji sebagai upaya untuk mengendalikan nematoda parasit tumbuhan.

“Kegiatan ini bermanfaat bagi petani khususnya petani jambu biji, karena petani mendapatkan ilmu tentang hama dan penyakit jambu biji, dan pengetahuan tentang PHT hama dan penyakit jambu biji sehingga mampu mengendalikan hama dan penyakit secara benar dan tepat sasaran”. pungkas Fitrianingrum.

PDF Download