Logo

Daftar Berita

Halal Bihalal Idul Fitri 1440 H dan Peresmian AELEFA

Kamis, 13 Juni 2019. Departemen Proteksi Tanaman mengadakan Halal Bihalal Idul Fitri 1440 H yang sekaligus peresmian Agroekologi Learning Farm atau dikenal sebagai AELEFA. Acara ini diadakan langsung di joglo AELEFA yang berada di Cikabayan Atas (Cikatas) Kampus IPB Dramaga. Halal Bihala dan peresmian dini dihadiri oleh staf dosen dan staf tenaga pendidik.

Acara dibuka dengan pembukaan oleh MC (Fitrianingrum Kurniawati, M.Si), dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua Departemen Proteksi Tanaman Dr. Suryo Wiyono, dalam sela-sela sambutannya, Dr. Suryo menceritakan tentang sejarah dibangunnya Agroekologi Learning Farm (AELEFA), dimana berawal dari kebutuhan akan lahan percobaan untuk mahasiswa melakukan praktikum, lalu PTN mendapatkan tanggung jawab untuk mengurus lahan yang berada di Cikabayan Atas atau lebih dikenal dengan sebutan Cikatas, setelah itu dibangunlah joglo dan bangunan pendukung lainnya, selain itu disiapkan pula petak-petak lahan percobaan yang nantinya akan sangat berguna untuk kepentingan pembelajaran mahasiswa. AELEFA sendiri sudah dioperasikan dan digunakan mahasiswa dari tahun 2017, namun untuk peresmiannya sendiri baru bisa dilaksanakan pada tahun ini, tutur Dr. Suryo.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh perwakilan staf tenaga kependidikan (Agus Sudrajat), dan setelah itu acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Departemen sebagai simbolisisasi peresmian AELEFA, potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Prof. Sjafrida Manuwoto yang merupakan Guru Besar sekaligus sesepuh yang sampai hari ini masih mengabdi di PTN. Potongan tumpeng kedua dan ketiga diberikan secara berturut-turut kepada Prof. Meity S. Sinaga, dan Prof. Aunu Rauf.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan panen kangkung yang disediakan pada lahan percobaan AELEFA.

PDF Download

Departemen Proteksi Tanaman Bekerjasama dengan TNGC dalam penelitian Bioprospecting

Bioprospecting merupakan salah satu kegiatan eksplorasi dan pengkomersialisasian suatu sumberdaya biologi, tema ini menjadi sorotan utama kerjasama antara Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian – IPB dengan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) – KLHK yang nantinya akan dikembangkan menjadi produk yang dapat meningkatkan produktifitas pertanian sehat tanpa pupuk dan pestisida sintetis.

Program kerjasama penelitian ini dipimpin langsung oleh Ketua Departemen Dr. Suryo Wiyono dengan tim yang melibatkan personil klinik tanaman PTN.

Kerjasama penelitian ini mendapatkan 37 sampel yang dikumpulkan dari tanah, akar-akaran, dan daun dari berbagai tanaman di kawasan TNGC untuk mendapatkan mikrob berguna.

"Berdasarkan hasil isolasi, uji hemolysis, dan uji hipersensitif, menghasilkan tiga kelompok mikrob yang berguna bagi tanaman. Pertama, cendawan patogen serangga hama, khususnya kelompok wereng dan kutu-kutuan, yaitu cendawan Hirsutella sp. dan Lecanicillium sp.," jelas Dr. Suryo.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno menuturkan, hasil tersebut menandakan kawasan hutan konservasi memiliki nilai sumberdaya biologi yang sangat penting dalam menunjang kegiatan budidaya masyarakat sekitar.

“Temuan ini merupakan bukti bahwa betapa pentingnya kawasan konservasi, bukan hanya kaitannya dengan perubahan iklim, habitat satwa liar, air, dan wisata alam itu sudah biasa, sedangkan penemuan ini merupakan hal yang luar biasa,” ujar Wiratno.

Diterangkannya, hasil eksplorasi juga menemukan isolat bakteri pemacu pertumbuhan (Plant Growth Promoting Rhizobacteria/PGPR) yaitu C71 yang mampu meningkatkan panjang akar bibit tomat 42,35 persen, dan meningkatan daya kecambah sebesar 178 persen. PGPR tersebut juga mampu membuat tomat lebih tahan penyakit bercak daun. Selanjutnya, kegiatan ini juga menghasilkan bakteri yang paling efektif dalam menekan dampak frost bagi tanaman, yaitu PGMJ 1 (asal Kemlandingan Gunung), dan A1 (asal Anggrek Vanda sp.), keduanya dengan tingkat keefektifan 66.67 persen.

Hasil bioprospecting mikroba berguna di TNGC tersebut merupakan bukti nyata bahwa kawasan konservasi adalah genetic bank yang sangat penting untuk meningkatkan produktifitas dan mengembangkan pertanian sehat tanpa pupuk kimia dan pestisida. Oleh sebab itu, keutuhan dan keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan konservasi harus kita jaga, dan kelola bersama untuk kesejahteraan masyarakat (indopos.co.id)

Media lain yang turut meliput kerjasama ini antara lain:

Indonesiamandiri.web.id: Saatnya KLHK Perluas Riset Potensi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional

Inilah.com: Kembangkan Bioprospecting Mikroba, KLHK: Good News

Trubus.id: Gunakan Bioprospecting Mikroba, 7 Desa di Gunung Ciremai Alami Kenaikan Pertanian 30 Persen

PDF Download

Kunjungan Staf Pengajar Universiti Kebangsaan Malaysia

Hubungan antar universitas adalah salah satu aspek yang harus dipelihara dalam dunia pendidikan tinggi dan riset yang bukan hanya dalam skala dalam negeri tapi juga dalam skala luar negeri, demi menjalin hubungan antar universitas antar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), tiga staf pengajar sekaligus peneliti UKM, yaitu Dr. Nurul Wahida Othman (Centre for Insect Systemathics); Dr. Izfa Riza Hazmi (Centre for Ecosystem Management and Natural Resourches) and Assoc. Prof. R. Salmah Yakoop (Centre for Ecosystem Management and Natural Resourches) data berkunjung ke Departemen Proteksi Tanaman – IPB, dalam kunjungannya tiga staf pengajar ini melakukan seminar, pertemuan dengan Ketua dan Sekretaris Departemen PTN, serta kunjungan ke Museum Serangga PTN.

PDF Download

Seminar UKPHT: Faculty of Science and Technology, Universiti Kebangsaan Malaysia

Senin 29 April 2019, Unit kajian Pengandalian Hama Terpadu (UKPHT) – Departemen Proteksi Tanaman - IPB memiliki agenda seminar rutin, seminar kali ini UKPHT-PTN mengundang tiga peneliti sekaligus staf pengajar dari Faculty of Science and Technology, Universiti Kebangsaan Malaysia, yaitu Dr. Nurul Wahida Othman (Centre for Insect Systemathics); Dr. Izfa Riza Hazmi (Centre for Ecosystem Management and Natural Resourches) and Assoc. Prof. R. Salmah Yakoop (Centre for Ecosystem Management and Natural Resourches).

Ketiga peneliti ini membawakan topik seminar masing-masing, yaitu Dr. Nurul Wahida Othman: “Understanding Insect Physiology And Biochemistry For Application In Insect Management”; Dr. Izfa Riza Hazmi: “Ecological Study And Efficiency Of Elaeidobius Kamerunicus As Oil Palm Pollinator In Malaysia”; and  Assoc. Prof Dr. Salmah Yaakop: “Molecular Systematics Study On Various Significant Insects Species From Agricultural Areas In Malaysia”

Seminar yang diadakan di Ruang Sidang 1 PTN (W 7, Lv 5) ini dihadiri  peserta yang bukan hanya berasal dari internal civitas akademika Departemen Proteksi Tanaman saja, namun juga dihadiri oleh beberapa peserta dari departemen lainnya yang berada di IPB.

PDF Download