Dosen Pulang Kampung 2026, IPB Dorong Pesantren di Kabupaten Probolinggo Jadi Pelopor Ketahanan Pangan
KREJENGAN – Pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo didorong mengambil peran lebih besar dalam membangun kemandirian pangan sekaligus mencetak generasi muda yang memiliki keterampilan di bidang pertanian. Dorongan tersebut mengemuka dalam kunjungan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) ke Pondok Pesantren Darut Tauhid Desa Patemon Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, Kamis (13/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Dosen Pulang Kampung 2026 di Kabupaten Probolinggo dengan mengusung tema “Model Pesantren Mandiri Pangan melalui Pembelajaran Pertanian Berbasis Alam di Kabupaten Probolinggo”.
Program ini mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah daerah, pesantren, kelompok tani dan masyarakat untuk memperkuat kapasitas pertanian sekaligus mendorong penerapan metode pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Rombongan IPB dipimpin Prof. Dr. Ir. Abdul Munif bersama Prof. Dr. Ir. Hari Wijayanto, M.Si, Prof. Dr. Ir. Elis Nina Herliyana, M.Si dan Dr. Ir. Yudiwanti Wahyu EK., MS. Mereka turut didampingi Ikhwan Shodiq Syifaudin, S.Hut., M.Si, Ulan Fitri Sagita, S.Hut. dan Adisti Priyani Wandayanti, S.Hut.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abd. Ghafur menerima guru besar IPB di Pondok Pesantren Darut Tauhid Krejengan. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)
Kehadiran para akademisi tersebut disambut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Abd. Ghafur, Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid KH. M. Syakur Dewa, Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin, Analis Kebijakan Muda Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Massajo serta Camat Krejengan Andi Wiroso.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman bibit pohon produktif di lingkungan pesantren. Peserta juga dikenalkan dengan pupuk organik dan biopestisida hasil pengembangan IPB yang dapat menjadi alternatif dalam praktik pertanian sehat.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur perwakilan Forkopimda, Dinas Pertanian, Bakesbangpol, Pemerintah Desa Patemon, kelompok tani, perwakilan lima pondok pesantren, santri hingga wali santri.
Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid KH. M. Syakur Dewa mengatakan kehadiran IPB menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan pertanian di lingkungan pesantren. Pengetahuan pertanian diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk menjaga produktivitas dan mengurangi risiko gagal panen.

Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid KH. M. Syakur Dewa menyambut rombongan guru besar IPB. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)
“Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu dari IPB dalam rangka memberikan wawasan kepada para santri, alumni dan seluruh masyarakat di Kabupaten Probolinggo tentang pertanian yang baik,” katanya.
Gus Dewa menilai keterampilan santri perlu dikembangkan agar pendidikan yang diterima tidak hanya berkaitan dengan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi bekal menghadapi kebutuhan kehidupan masyarakat. “Ke depan santri ini ilmunya tidak hanya dalam pendidikan agama saja, tetapi juga bisa berkembang di bidang pertanian,” jelasnya.
Lebih lanjut Gus Dewa menambahkan, keberadaan lahan pesantren meskipun tidak luas tetap dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. “Dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat, lahan terbatas dinilai dapat dikembangkan menjadi bagian dari model pertanian pesantren,” lanjutnya.
Gus Dewa berharap keterlibatan santri dalam sektor pertanian dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dan ikut memperkuat pertanian Kabupaten Probolinggo. “Harapan ke depan kita ingin pertanian ini bisa berkembang dengan baik, terutama di Kabupaten Probolinggo yang dipelopori oleh para santri-santri,” tegasnya.

Guru Besar IPB Prof. Dr. Ir. Abdul Munif memberikan sambutan di hadapan para santri, wali santri dan sejumlah instansi terkait dalam program inovasi Dosen Pulang Kampung 2026 di Kabupaten Probolinggo. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)
Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abd. Ghafur menyambut positif program Dosen Pulang Kampung. Kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat dan dunia usaha dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat. “Dosen Pulang Kampung dari IPB ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, akademisi, perguruan tinggi, masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Pemkab Probolinggo berencana memperkuat kolaborasi melalui kerja sama resmi sehingga transfer pengetahuan dan pendampingan pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini akan kami tingkatkan menjadi kerja sama dan PKS. Harapannya, kapasitas masyarakat di lingkungan pesantren, khususnya dalam bidang pertanian semakin meningkat,” terangnya.
Sedangkan Ketua Tim Guru Besar IPB Prof. Dr. Ir. Abdul Munif menyampaikan pesantren memiliki posisi strategis untuk menjadi pelopor kemandirian dan ketahanan pangan. “Lingkungan pesantren mempunyai kedekatan dengan masyarakat pedesaan dan aktivitas pertanian sehingga memiliki modal sosial untuk mengembangkan gerakan tersebut,” ungkapnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abd. Ghafur melakukan penanaman pohon di lingkungan Pondok Pesantren Darut Tauhid dalam program inovasi Dosen Pulang Kampung 2026 di Kabupaten Probolinggo. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)
Ia menjelaskan, edukasi yang diberikan tidak sebatas teknik bercocok tanam. Para peserta juga diperkenalkan dengan pentingnya ketahanan pangan, kemandirian pangan, regenerasi petani serta pertanian yang memperhatikan kesehatan tanah dan tanaman. “Kami bermaksud memberikan gambaran tentang apa itu pertanian, pentingnya ketahanan pangan, kemandirian pangan dan regenerasi petani,” terangnya.
Salah satu materi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan pupuk organik dan biopestisida. Bahan bakunya relatif tersedia di lingkungan sekitar sehingga berpeluang dikembangkan secara mandiri oleh petani maupun santri. “Para petani dan anak-anak generasi muda, termasuk para santri, juga tertarik untuk memproduksinya,” tegasnya.
Munif menilai pembuatan pupuk organik dapat dilakukan dengan cara yang relatif sederhana. “Jika dikembangkan secara tepat, kegiatan tersebut bahkan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat,” lanjutnya.
Lebih jauh Munif menerangkan, IPB melihat pesantren sebagai ruang strategis untuk memperkenalkan pertanian kepada generasi muda. Hal ini penting karena sebagian generasi muda dari keluarga petani mulai enggan melanjutkan profesi orang tuanya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abd. Ghafur bersama Ketua Tim Guru Besar IPB Prof. Dr. Ir. Abdul Munif. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)
“Melalui pendidikan pertanian, santri diharapkan memahami bahwa sektor pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, melainkan bidang yang dapat dikembangkan menjadi profesi dan kegiatan ekonomi yang menjanjikan,” jelasnya.
Munif juga menekankan pentingnya pertanian ramah lingkungan. Pesantren diharapkan tidak hanya berperan dalam penguatan ketahanan pangan, tetapi turut menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada generasi muda. “Pesantren ini adalah kelompok yang sangat besar dan sangat potensial sebagai pionir dalam pengembangan pembangunan desa terdepan melalui kegiatan ini,” tambahnya.
Program Dosen Pulang Kampung IPB di Kabupaten Probolinggo diharapkan menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang. Sinergi antara pesantren, pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan model pesantren mandiri pangan, memperkuat regenerasi petani, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi santri dan masyarakat. ***
probolinggokab.go.id
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info