Guest Lecture Series 40 Bahas Konsekuensi Ekologis Perubahan Hutan Hujan Menjadi Perkebunan bagi Komunitas Parasitoid
Departemen Proteksi Tanaman, IPB University kembali menyelenggarakan Guest Lecture Series 40 sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Sarjana Agroekologi dan Program Magister Ekologi Serangga. Kegiatan ini mengangkat topik “Rainforest to Plantations: Ecological Consequences for Parasitoid Communities” dan dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, pukul 09.00–10.00 WIB, bertempat di RS 1 – PTN.
Pada Guest Lecture Series 40, materi disampaikan oleh Azru Azhar, M.Si, yang saat ini merupakan Ph.D. candidate di University of Göttingen, Jerman. Kegiatan ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Ir. Purnama Hidayat, M.Sc.
Topik yang diangkat memiliki relevansi penting dalam kajian agroekologi dan ekologi serangga, khususnya dalam memahami dampak perubahan ekosistem hutan hujan menjadi kawasan perkebunan terhadap komunitas parasitoid. Perubahan penggunaan lahan dapat memengaruhi struktur habitat, ketersediaan sumber daya, serta interaksi antarorganisme yang pada akhirnya turut menentukan keberadaan dan keragaman parasitoid dalam suatu ekosistem.
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai hubungan antara perubahan lanskap, biodiversitas, dan dinamika komunitas parasitoid. Pembahasan tersebut juga memberikan perspektif ekologis yang penting dalam memahami peran musuh alami dalam ekosistem pertanian serta potensinya dalam mendukung pengelolaan hama yang berkelanjutan.
Kehadiran narasumber yang sedang menempuh pendidikan doktoral di University of Göttingen, Jerman, turut memberikan pengalaman akademik dan perspektif internasional bagi para peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa sekaligus mendorong diskusi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dalam pengembangan sistem pertanian dan perkebunan.
Guest Lecture Series 40 menjadi salah satu bentuk komitmen Departemen Proteksi Tanaman IPB University dalam menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan perkembangan riset dan isu ekologis terkini. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus membuka ruang pertukaran pengetahuan serta memperkuat wawasan mahasiswa dalam menghadapi tantangan perlindungan tanaman dan keberlanjutan ekosistem di masa depan.
