Logo

Daftar Berita

Webinar PTN 02: Penguatan Kompetensi dan Karakter Lulusan di Bidang Proteksi Tanaman di Era Merdeka Belajar

Webinar Departemen Proteksi Tanaman kedua (Webinar PTN 02) ini diadakan sebagai respon terhadap kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait dengan program kampus merdeka atau merdeka belajar. Tujuan utama diselenggarakannya Webinar PTN 02 ini adalah mempersiapkan lulusan bidang proteksi tanaman sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan untuk aktualisasi diri di berbagai bidang karir.

Webinar PTN 02 ini diselenggarakan pada tanggal 11 Agustus 2020, pukul 09:00 – 11:15 WIB melalui media confrence / Webinar ZOOM dan di siarkan secara langsung melalui kanal Youtube resmi Departemen Proteksi Tanaman – IPB University.

Webinar PTN 02 ini mengusung tema “Penguatan Kompetensi dan Karakter Lulusan di Bidang Proteksi Tanaman di Era Merdeka Belajar” dan diisi oleh narasumber dari beberapa institusi dengan topik presentasi sebagai berikut:

1. Dr. Illah Sailah, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor

“Dukungan pemerintah dalam menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang adaptif dan kompeten”

Regulasi dan kebijakan pemerintah terkait pendidikan tinggi mengalami dinamika yang sangat tinggi dari tahun ke tahun.  Pada dasarnya, perubahan kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan tinggi sehingga menghasilkan lulusan dengan kualitas yang prima.  Kompetensi dan karakter lulusan perguruan tinggi selalu menjadi isu yang hangat ketika membahas generasi penerus bangsa.  Dr. Illah Sailah dengan pengalamannya yang panjang sebagai dosen di perguruan tinggi dan juga pejabat struktural di Kementrian Pendidikan Nasional akan mengupas dinamika regulasi dan kebijakan pendidikan tinggi, termasuk kebijakan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, dikaitkan dengan kompetensi lulusan.

2. Prof. Dr. Tarkus Suganda, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

“Strategi perguruan tinggi meningkatkan kesiapan kerja alumninya”

Perguruan tinggi, dalam hal ini Program Studi Proteksi Tanaman/Perlindungan Tanaman/Hama dan Penyakit Tumbuhan, merupakan ‘kawah candradimuka’ untuk menempa, memberi bekal dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dan kesempatan dunia kerja.  Sebagai dosen senior, Prof. Dr. Tarkus Suganda akan membahas strategi proses belajar mengajar di perguruan tinggi sehingga lulusannya memiliki kompetensi dan karakter yang memenuhi harapan stakeholder pengguna lulusan.

3. Ir. Iskandar Zulkarnain, M.P., Corteva Agriscience

“Kesiapan dan bekal kerja lulusan proteksi tanaman”

Sebagai stakeholder yang banyak merekrut lulusan di bidang proteksi tanaman, Ir. Iskandar Zulkarnain, M.P. akan menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan para lulusan perguruan tinggi di bidang proteksi tanaman, terutama yang bekerja di bidang agrokimia.  Keahlian, keterampilan, dan karakter lulusan yang dibutuhkan dalam dunia kerja juga akan dibahas pada sesi ini.

4. Dr. Buyung Asmara Ratna Hadi, alumni Departemen Proteksi Tanaman-IPB, peneliti di institusi internasional

“Dari Bogor ke Roma-mencari panggilan mengabdi, jangan lupa dibawa happy”

Sebagai alumnus Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan-IPB, Dr. Buyung A. R. Hadi akan berbagi pengalamannya sejak lulus dari jenjang S1 di IPB, melanjutkan studi S2 dan S3 di perguruan tinggi luar negeri, sampai mendapatkan posisi pekerjaan sebagai peneliti di institusi internasional.  Kiat-kiat menghadapi tantangan dunia di luar kampus akan dibahas dalam rangka mempersiapkan lulusan di bidang proteksi tanaman yang tangguh.

Untuk mengetahui lebih dalam berjalannya Webinar PTN 02 ini kami sematkan video rekaman siaran langsung yang berada di kanal Yotube resmi PTN sebagai berikut:

Dear Prof. Aunu Rauf

Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc merupakan salah guru besar Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian – IPB University, beliau membidangi kepakaran entomologi khususnya Ekologi Serangga, beliau menjadi ilmuan indonesia yang menemukan beberapa hama baru di Indonesia, yaitu  Liriomyza huidobrensis pada tahun 1994, Liriomyza sativae (1996), Liriomyza chinensis (2000), Paracoccus marginatus (2008) dan Phenacoccus manihoti (2010). pada masa menjabatnya beliau pernah menjabat sebagai ketua departemen (Kadep) PTN selama 15 tahun dari 1985 sampai dengan 2000, Ketua Senat Faperta periode tahun 2006-2012, Anggota Senat Akademik (SA) periode tahun 2006-2019, Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) periode tahun 2008-2019, dan Ketua 1 Komisi Perlindungan Tanaman, Kementerian Pertanian RI periode tahun 2006-sekarang.

Selama mengabdi selama 43 tahun di PTN Prof. Aunu telah membimbing begitu banyak mahasiswa mulai dari strata 1 (S1), Master (S2) dan Doktor (S3). 1 Juli 2020 ini Prof. Aunu akan menjalani masa purnabaktinya, video ini berisi ungkapan rasa terima kasih dari para mahasiswa bimbingan Prof. Aunu

Webinar PTN 01: Akselerasi Perubahan Pola Pembelajaran Pendidikan Tinggi Di Masa Pandemi Covid-19

Perguruan tinggi harus terus mencari pola pembelajaran yang paling efektif dan efisien untuk menjamin tercapainya learning outcome. Selain itu, perguruan tinggi harus tetap memperhatikan tujuan utama pendidikan yaitu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi untuk menjadi problem solver di masyarakat. Dengan demikian, dibutuhkan sistem pembelajaran yang komprehensif melalui metode tatap muka dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Metode pembelajaran jarak jauh sudah banyak diterapkan di perguruan tinggi di luar negeri, tetapi belum banyak diterapkan di Indonesia. Kondisi pandemi Covid-19 “memaksa” perubahan pola pembelajaran di Indonesia yang sebelumnya mengandalkan pada metode tatap muka. Perubahan ini memerlukan penyesuaian yang holistik dari sistem pembelajaran, sisi sarana dan prasarana, dan sumber daya manusia agar kegiatan belajar mengajar dapat terselenggara dengan baik.

Departemen Proteksi Tanaman merasakan pentingnya mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar pada semester ganjil T.A. 2020/2021 yang akan dilaksanakan seluruhnya dalam pembelajaran jarak jauh sesuai dengan arahan dari Rektor IPB. Oleh karena itu, dibutuhkan penyeragaman persepsi dan wawasan dalam bentuk seminar (webinar) agar seluruh pihak yang terlibat siap untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh dengan optimal, khususnya dalam bidang ilmu proteksi tanaman. Tujuan utama diselenggarakannya Webinar ini adalah mempersiapkan para dosen menghadapi perubahan pola pembelajaran pendidikan tinggi yang dipicu oleh kondisi pandemi global Covid-19.

webINARPTN-isi

Webinar PTN 01 ini akan diisi oleh narasumber dari beberapa institusi, yaitu: Durri Andriani Ph.D., yang merupakan dosen Universitas Terbuka dengan keahlian dalam bidang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang membawakan materi yang berjudul  “Sistem Pembelajaran Jarak Jauh sebagai Tantangan Perguruan Tinggi Menjamin Tercapainya Learning Outcome”, Pembicara kedua adalah Dr. Ir. Dradjat Martianto M.Si, Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, IPB University yang membawakan materi “Strategi Pembelajaran Online di IPB University”, pembicara ketiga adalah Dr. Ir. Purnama Hidayat M.Sc, yang merupakan dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University yang membawakan materi “Pengalaman Pembelajaran Online dalam Bidang Proteksi Tanaman”.Webinar PTN 01 ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Ir. Damayanti Buchori M.Sc, dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University.

Webinar PTN 01 ini dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi online confrence Zoom dan secara simultan ditayangkan secara live streaming di kanal Youtube Departemen Proteksi Tanaman – IPB University. Tercatat sebanyak 427 peserta yang mengikuti Webinar PTN 01 ini.

Materi Webinar PTN 01 ini bisa diunduh pada link berikut

1. Durri Andriani, Ph.D: Sistem pembelajaran jarak jauh sebagai tantangan perguruan tinggi menjamin tercapainya learning outcome

2. Dr. Ir. Drajat Martianto, M.Si: Strategi pembelajaran online di IPB University

3. Dr. Ir. Purnama Hidayat, M.Sc: Pengalaman pembelajaran online dalam bidang proteksi tanaman

Prestasi: Ranking Staf Dosen PTN pada Ranking Ilmuan Se-Indonesia Menurut Profil Goggle Scholar

Prestasi yang membanggakan hadir dari ranking ilmuan yang diadakan oleh CSIC (Spanish National Research Council) atau Lembaga Penelitian Spanyol dan Webometric, dimana pada ranking ini terdapat empat staf dosen Departemen Proteksi Tanaman, yaitu Prof. Damayanti Buchori pada urutan 57, Prof. Aunu Rauf urutan 130, Prof. Sri Hendrastuti Hidayat urutan 173 dan Ir. Djoko Prijono, M.Agr.Sc. urutan 271

Ranking ini dibangun dengan data yang dikumpulkan selama minggu kedua Maret 2016 dari profil publik para peneliti yang bekerja di lembaga-lembaga Indonesia. Ini adalah ranking BETA dari para ilmuwan menurut kehadiran mereka yang dinyatakan (secara sukarela) dalam basis data Pengutipan Google Scholar. Daftar ini terdiri dari 275 profil dengan H-index sama dengan atau lebih besar dari 10 (dari total lebih dari 11.000 profil).