Logo

Daftar Berita

Dua Delegasi Dept. PTN Meraih Penghargaan di ARCoFS 18 – Malaysia

Sebanyak 200 delegasi dari berbagai negara Asia Fasipik berkumpul dalam helatan ARCoFS 18 (Asia Pacific Confrence on Food Security 2018). Konfrensi yang bertajuk “Food Security and Survival of Mankind” ini diselenggarakan oleh International Institute of Plantation Management (IIPM) – Malaysia yang bekerjasama dengan Universiti Malaysia Kelantan dan IPB dilaksanakan selama 2 hari, dari tanggal 30 sampai dengan 31 Oktober 2018 di Bangi - Malaysia.

Dua delegasi dari Departemen Proteksi Tanaman yang mengikuti konfrensi ini berhasil memenangkan medali sebagai peserta presentasi oral terbaik, Dr. Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr mendapatkan Silver Medal dangan judul presentasi “Threat of Emerging Infecious Disease on Food Security: Indonesian Case” dan Dr. Ir. Ruly Anwar, M.Si mendapatkan Bronze Medal dengan judul presentasi “New Record of Entomophthoralean Fungi on Several Insect Pests of Vegetable and Rice Plants at Indonesia”.

PDF Download

Prestasi Mahasiswa: Juara 2 LCC Plant Protection Day 2018 – Unpad

Plant Protection Day 2018 dengan tema "Integrated Biodiversity Management on Terms of Crop Protection" di Universitas Padjajaran. Event ini dilaksanakan pada hari Rabu-Jumat, 23-26 Oktober 2018. Event ini dihadiri oleh beberapa Universitas seperti Univeristas Gadjah mada, Universitas Sumatera Utara, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Brawijaya.

IPB mendelegasikan 3 Tim sebagai perwakilannya yaitu Mahasiswa dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian (Tim 1: Eka Dana Kristanto, Sony Aji Pangestu, Ucip Sumantoro; Tim 2: Slamet Iman Taofik, Rianita Septiana, Rani Novita; Tim 3: Dwi Lestari, Allen Okta Kusmita, Farhatussolihah).

Rangakaian lomba dimulai dari tahap penyisihan, yaitu ketok geser dan tulis. Sedangkan tahap semifinal dan final, yaitu LCC/Lomba cerdas cermat (soal wajib, cepat tepat).  Untuk tahap penyisihan, semua tim delegasi Mahasiswa Proteksi Tanaman IPB lolos ke tahap semifinal. Untuk tahap semifinal diambil 3 tim untuk tahap final, yaitu Tim UNPAD, Tim UGM, dan Tim IPB. Untuk tahap final, Tim 1 IPB mendapatkan juara 2, sedangkan juara 1 dari Tim UNPAD dan juara 3 dari Tim UGM.

PDF Download

Safari Klinik Tanaman: Semangat PHT dalam Program Manajemen Tanaman Sehat

Selama dua hari sejak Senin (30/10) hingga Selasa (31/10) kegiatan Gelar Teknologi Perlindungan Tanaman Jawa Timur 2018 yang diadakan oleh UPT Proteksi Jawa Timur dilaksanakan. Kegiatan yang bertemakan “Manajemen Tanaman Sehat untuk Mencapai Kedaulatan Pangan” ini diikuti oleh 1.750 peserta yang terdiri dari petani, akademisi, petugas fungsional pertanian, para kepala dinas pertanian, dan warga lokal. Selain dari area Jawa Timur, peserta yang berpartisipasi berasal dari berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Aceh, Jawa Tengah, Jawa Tengah, dan sejumlah petani dari daerah lain.

Kegiatan tahunan ini dilaksanakan di Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan – Jawa Timur. Desa Besur dipilih  sebagai tuan rumah karena keberhasilan penerapan PHT dalam program Manajemen Tanaman Sehat (MTS). Wahid Wahyudi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan SekdaProv Jatim, mengatakan bahwa dipilihnya Lamongan sebagai tuan rumah karena  meningkatnya pendapatan petani di daerah ini.

“Dari data statistik, pendapatan petani meningkat. Hal ini sesuai dengan tujuan akhir MTS yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan petani.” Ujar Wahid.

Bupati Lamongan, Fadeli dalam sambutannya mengatakan bahwa etos kerja masyaratakat Desa Besur yang tinggi menjadi pendorong suksesnya pelaksanaan MTS.

“Perencanaan dan etos kerja yang tinggi akan menentukan keberhasilan MTS, ini terbukti di Besur.”, ungkap Fadeli.

Salah satu rangkaian kegiatan Geltek Perlintan 2018 adalah seminar yang dalam hal ini materi tentang penerapan MTS disampaikan oleh Dr. Ir. Gatot Mudjiono (Pakar PHT Universitas Brawijaya) dan Peran Pemeritah Desa dalam MTS oleh Abdul Harissuhud (Kepala Desa Besur). Gatot menyampaikan bahwa saat ini terjadi misinteprtasi dalam konsep PHT. Di Indonesia sendiri berkembang dua konsep PHT yaitu PHT berdasarkan ambang ekonomi dan PHT ekologi.

“Perbedaan pandangan ini membuat petani bingung dalam penerapan, akhir-akhirnya akan kembali konvensional lagi. Maka dari itu, MTS hadir bernafaskan PHT sebagai modifikasikasi PHT biointensif yang mengedepankan strategi sebelum teknologi.” Lanjut Gatot.

Haris, Kepala Desa Besur mengungkapkan bahwa dukungan paling nyata dari pemerintah Desa adalah anggaran dana untuk mendukung terlaksananaya PHT. Dana desa yang sangat banyak perlu strategi dalam penggunaannya, termasuk bagaimana mengalokasikannya untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pertanian.

“Anggaran desa perlu disiasati agar menjawab kebutuhan warga, dalam hal ini petani. Kami alokasikan dana desa untuk mengadakan pelatihan pertanian dan pengadaan PPAH.” tambah Haris.

Keberhasilan penerapan PHT di Desa Besur tidak terlepas dari konsistensi para pihak mulai dari pemerintah di berbagai tingkatan, akademisis, organisasi tingkat desa, hingga petani. Pakar PHT Institut Pertanian Bogor, Dr.Ir. Hermanu Triwidodo, MSc yang juga hadir mengungkapkan bahwa inti dari keberhasilan PHT adalah kedulatan petani.

“Pengambilan keputusan terakhir dalam PHT haruslah petani, aktor pendukung sebagai fasilitator perlu sinergis dalam meningkatkan kapasitas petani dan itu telah berjalan baik di Desa Besur.” Paparnya.

Hermanu mengapresiasi konsistensi para petugas lapang dengan menawarkan program kuliah jarak jauh yang akan diluncurkan oleh IPB untuk menambah kapasitas para petugas lapang.

“Para petugas ini sangat berjasa dan patut mendapat apresiasi dalam bentuk kesempatan peningkatkan kapasitas dirinya, IPB akan memfasilitasi hal itu dalam bentuk kuliah jarak jauh.” Tambah Hermanu.

Selain seminar, rangkaian Geltek Periltan Jatim 2018 yaitu pelatihan, expo, dan demplot MTS. Selain memiliki fungsi ekologis, demplot ini dibuat dengan konsep agroedutourism. Khamim Ashari selaku panitia mengungkapkan bahwa demplot ini akan menjadi laboratorium mini untuk lebih mengenal pertanian ekologi yang di sisi lain akan menjadi hiburan bagi warga.

“Kami memiliki misi sosial dalam hal ini, bagaimana warga lokal bisa belajar sambil berlibur.” Ungkap Khamim.

Kedepan, demplot ini akan tetap dijadikan tempat wisata dan belajar bagi warga setempat.

Laporan/Foto: Wahyu Rridwan Nanta dan Ferri Stya Budi, Klinik Tanaman IPB.

PDF Download

Delegasi PTN di Kongres ISSAAS 2018

Lima orang staf dosen Departemen Proteksi Tanaman IP menyampaikan hasil penelitiannya pada forum International Society for Southeast Asian Agricultural Sciences (ISSAAS) yang diselenggarakan di Kuching, Serawak – Malaysia.

ISAAS itu sendiri merupakan perhimpunan para ilmuan dalam bidang pertanian yang berada di Asia, khusunya Asia tenggara.

Kongres ini bertajuk International Congress & General Meeting 2018 “Industry 4.0: Agriculture Technologies Advancement” diselenggarakan pada tanggal 12-14 Oktober 2018, sebagai panitia sekaligus host acara adalah Universiti Putra Malaysia (UPM).

Delegasi dari Indonesia diwakili oleh IPB, Universitas Udayana, Universitas Hassanudin, Universitas Andalas, dan Universitas Lampung. Masing-masing universitas yang hadir diwakili oleh beberapa staf dosen, mahasiswa dan peneliti. Dari IPB delegasi diwakili oleh staf dosen dan mahasiswa pascasarjana dari Departemen Proteksi Tanaman, yaitu Prof. Dr. Ir. Dadang, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Sri Hendrastuti Hidayat, M.Sc, Dr. Ir Punama Hidayat, M.Sc, Dr. Ir. Tri Asmira Damayanti, M.Agr, Fitrianingrum Kurniawaty, S.P, M.Si dan dua orang mahasiswa pascasarjana, yaitu Listihani, S.P dan Susanti Mugi Lestari, S.P. M.Si

PDF Download