Logo

Daftar Berita

Apresiasi terhadap Dosen PTN

Kabar membanggakan kembali menggema di Departemen Proteksi Tanaman, setelah beberapa waktu yang lalu mahasiswa Departemenen Proteksi Tanaman menorehkan prestasi, maka kali ini kabar membanggakan berasal dari jajaran dosen staf pengajar Departemen Proteksi Tanaman, pasalnya pada penghujung tahun ini empat dosen kita mendapatkan apresiasi dari Rektor dan civitas akademika IPB, yaitu Apresiasi sebagai Inovator yang dinobatkan kepada Dr. Ir. Purnama Hidayat, M.Sc dan Dr. Ir. Abdjad Asih Nawangsih, M.Si; Apresiasi dalam bidang pengabdian kepada masyarat (PPM) dalam pendampingan petani yang dinobatkan kepada Dr. Ir. Hermanu Triwidodo, M.Sc, sedangkan apresiasi dalam bidang Klinik tanaman dinobatkan kepada Dr. Ir. Widodo, M.S.

Kedua apresiasi ini disampaikan dalam dua acara berbeda, untuk apresiasi sebagai inovator, penobatan dilakukan pada acara “Tribute to Innovators & Malam Apresiasi Mitra IPB (MAMI) 2017” yang diadalah oleh Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) IPB, sedangkan Apresiasi dalam bidang PPM dinobatkan pada acara “Lokakarya Pengabdian kepada masyarakat – Institut Pertanian Bogor” yang diadalan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB.

PDF Download

Kuliah Umum Hama Gudang dan Permukiman

Kuliah Umum Hama Gudang dan Permukiman

Sabtu, 9 Desember 2017

Kuliah umum ini merupakan salah satu rangkaian dari Mata Kuliah Hama Gudang dan Permukiman di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB. Mata Kuliah ini biasa diambil oleh mahasiswa semester 5 dengan dosen pengampunya yaitu Dr. Ir. Idham Sakti Harahap, MSi; Dr. Ir. Swastiko Priyambodo, MSi; Lia Nurulalia, SP., MSi; dan Nadzirum Mubin, SP., MSi. Pada umumnya, mata kuliah di Proteksi Tanaman akan diajari tentang mengenal dan memahami bio-ekologi maupun pengendalian hama serta penyakit yang menyerang pada tanaman baik pangan, hortikultura, dan perkebunan. Akan tetapi, pada mata kuliah ini, mahasiswa juga diberikan pengetahuan tentang hama maupun vektor yang ada di gudang penyimpanan maupun di permukiman.

Kuliah umum kali ini (Sabtu, 9 Desember 2017) berlokasi di Departemen Proteksi Tanaman. Narasumber yang memberikan materi adalah Ir. H. M. Rifai yang merupakan salah satu alumni dari Departemen Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) (sekarang Departemen Proteksi Tanaman) angkatan 18 yang bergerak di bidang jasa Pengendalian Hama Permukiman (Vector and Urban Pest Control) di PT. Rebio Mega Aranda. Beliau sudah banyak pengalaman dalam bidang pengendalian Urban Pest di Indonesia. Lingkup pasar perusahannya yaitu perkantoran, rumah tinggal, Mall, pabrik-pabrik, gudang penyimpanan, perdagangan komoditas Internasional, moda trasnportasi seperti pesawat terbang, kapal pesiar, kapal Cargo, kereta api, bus, dan truk kapasitas besar (trailer).

Beliau menyampaikan beberapa studi kasus yaitu seperti keberadaan kecoa jerman (Blatella germanica) yang sudah ada di pesawat terbang. Banyak kemungkinan yang menyebakan adanya infestasi terjadi yaitu karena adanya trolly-trolly yang membawa bahan makanan. Sisa-sisa makanan yang ada di trolly menyebabkan kecoa tersebut datang untuk mencari makan. Berikutnya, kecoa akan sembunyi di roda-roda kecil trolly sambil meletakkan telur-telurnya dan menunggu remah-remah sisa makanan. Perpindahan trolly dari satu tempat penyimpanan ke pesawat akan memberikan akses kecoa untuk menginfestasi pesawat. Selanjutnya kecoa akan berkembang biak di pesawat. Proses pengendalian relatife sulit untuk di monitoring, mengingat bahwa laju penerbangan pesawat sangatlah tinggi, kemudian waktu singgah di Bandara sangatlah singkat (1-2 jam). Sehingga pengendalian yang dianjurkan adalah membersihkan ruang tempat-tempat yang menjadi akses gedung (gudang makanan) dengan pesawat pada setiap Bandara, serta membersihkan pesawat-pesawat yang ada dengan fumigasi. Selanjutnya, pencegahan yang dianjurkan adalah mengurangi infestasi kecoa dengan membersihkan gedung maupun pesawat akan proses infestasi.

Rumah sakit dan rumah makan merupakan tempat yang sangat strategis dalam bidang jasa pengendalian hama permukiman. Lalat, kecoa, rayap, dan hama permukiman lainnya menjadi masalah utama di tempat-tempat tersebut. Pelanggan akan memberikan respon yang tinggi jika tempat-tempat tersebut memberikan jaminan kondisi yang aman, bersih, dan nyaman. Hal ini umumnya ditemukan di Rumah Sakit dan Rumah Makan (Restaurant) yang mempunyai tarif yang cukup tinggi. Karena biaya infestasi yang diberikan kepada pelanggan juga tinggi. Berbeda halnya jika di Rumah Sakit atau Restaurant masih banyak ditemukan kecoa, tikus berkeliaran, semut, dan hama lainnya maka dimungkinkan bahwa tempat-tempat tersebut tidak memperdulikan akan kenyamanan maupun keamanan pelanggan terhadap kebersihan tempat maupun makanan yang disediakan. Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi para konsumen. Apakah makanan ini bersih dan bebas dari kontaminasi????

Menurut Pak Rifai, sasaran perusahaan jasa Pest Control tidak boleh sembarangan. Berdasarkan sasaran perseorangan, sasaran yang menjadi tujuan yaitu orang-orang yang tingkat kesadaran yang tinggi terhadap kesehatan diri dan keluarga, mempunyai tuntutan yang tinggi terhadap kenyamanan dan kesadaran untuk melindungi keluarga. Umumnya hal tersebut dimiliki oleh orang-orang yang mempunyai pendidikan tinggi, mempunyai gaya hidup dan cita rasa yang ekslusif, serta mempunyai penghasilan yang tinggi (kaya atau super kaya). Orang-orang dengan gaya hidup dan cita rasa yang tinggi akan lebih peduli terhadap diri mereka sendiri dan keluarganya. Kesehatan menjadi prioritas yang tidak dapat diganggu gugat.

Selain sasaran perseorangan, sasaran dari perusahan jasa Pest Control yaitu perusahaan-perusahaan yang mempunyai orientasi Eksport: AFAIST, ISPM #15; perusahaan bersertifikasi ISO, HACCP; perusahaan yang mempunyai tuntutan pelanggaran corporate. Hal ini juga dikuatkan akan adanya UU Bangunan, Peraturan Menteri Kesehatan  RI No 50 tahun 2017 tentang Standart Baku Kesehatan untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit dan Pengendaliannya. Perusahaan-perusahaan besar akan memerlukan sertifikasi penunjang dari jasa Pest Control sebagai persyaratan utama karena sudah tercantum di Undang-Undang.

Selain membahas tentang sasaran, prinsip-prinsip yang dilakukan oleh perusahan jasa Pest Control juga dibahas. Prinsip-prinsip yang dilakukan tidaklah sembarangan. Pak Rifai menjelaskan bahwa pengelolaan hama permukiman secara terpadu juga perlu dilakukan (IPM/Integrated Pest Management). Hal ini dilakukan agar proses pengendalian yang telah dilakukan tidak sia-sia. Proses IPM yang dilakukan misalnya proses survei di lapangan. Survei untuk memetakan lokasi-lokasi yang dianggap menjadi sarang hama permukiman seperti dapur, lobi, dan ruang publik lainnya. Proses identifikasi hama juga perlu dilakukan. Pengenalan hama sasaran akan memberikan cara pengendalian yang berbeda pada setiap jenisnya. Dan hal ini menjadi, keahlian yang sangat dimiliki oleh lulusan Proteksi Tanaman, jelas Pak Rifai. Selanjutnya setelah mengetaui tata letaknya, menghitung ruang yang akan di-treatment, maka dilanjutkan dengan menyusun strategi untuk pengendaliannya.

Pekerjaan Pest Control merupakan seni “Art”, jelas Pak Rifai. Hal ini disebabkan karena tidak hanya mengetahui cara identifikasi hama, tidak hanya mengetahui siklus hidupnya saja. Akan tetapi juga perlu diperhatikan bahwa kompetensi yang telah dimiliki perlu ditambahkan komponen lainnya seperti memberikan kepercayaan terhadap pelanggan, memberikan jaminan keamanan yang tinggi agar pelanggan merasa aman saat jasa akan diberikan nantinya, serta jangan takut untuk mempertahankan harga premium saat close contract. Karena apabila perusahaan pest control goyah dengan harga yang diberikan, maka pelanggan yang pandai akan membaca bahwa perusahan ini mempunyai pengalaman yang kurang, dan tingkat kepercayaan dan keamanan yang diberikan menjadi kurang di mata pelanggan/klien.

Sebagai penutup, Pak Rifai memberikan semangat kepada adik-adik PTN 52 (begitu sapaan bersahabat bagi mahasiswa PTN yang hadir di kuliah umum tersebut) bahwa belajarlah dengan baik. Karena kompetensi yang dipelajari sekarang di PTN tentang Entomologi, Mikologi, Virologi, dsb. Memang terlihat seperti belajar hal-hal yang sangat dasar (basic) dan hasilnya belum tentu dapat terlihat 1-2 tahun ke depan. Akan tetapi percayalah bahwa suatu saat nanti akan sangat berguna 5-10 tahun yang akan datang. Memang tidak ada yang mengetahui, tapi percayalah dan selalu berdoa. Karena manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, biarkan Tuhan yang mengeksekusi hasil kerja kita. Karena usaha tidak pernah menghianati hasil.

(Penulis: NDZ)

PDF Download

 

Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia

Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman (Himasita) IPB menggelar salah satu event tahunan terbesar. kegiatan ini diberi nama “Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia (JPTI)”. Kegiatan ini mengusung tema “Agroekologi untuk Mewujudkan Lingkungan Pertanian yang sehat dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia”. Kegiatan JPTI melibatkan beberapa elemen yang turut berperan dalam dunia perlindungan tanaman seperti akademisi (mahasiswa dan dosen), petani, LSM, instansi pemerintahan, dan perusahaan. Kegiatan dilaksanakan selama empat hari sejak Kamis (9/11) hingga Minggu (12/11). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari sebelas Universitas yaitu delegasi ( UGM, Unpad, Unlam, Unja, Unand, Unsri , UB, dan Unhas) dan nondelegasi (Unsika, Unej, dan USU). Adapun Rangkaian kegiatan JPTI 2017:

City Tour dan Welcome Dinner

Kegiatan dilakukan Kamis (9/11)  di kebun Raya Bogor. Kegiatan diikuti oleh delegasi dari sembilan Universitas. Kegiatan bertujuan memperkenalkan tempat iconic di Bogor sekaligus sebagai bentuk pengakraban sesama delegasi dan ditutup dengan Welcome dinner sebagai salah bentuk jamuan atas kedatangan delegasi di acara JPTI. 

Kompetisi dan Forum Group Disscusion (FGD) (bedah kasus)

Kompetisi dilakukan Jumat (10/11) di Departemen Proteksi Tanaman. Beberapa lomba yang diadakan yaitu LCT, Debat, Presentasi Skripsi, dan Fotografi. Lomba diikuti mahasiswa delegasi dan non delegasi. Kegiatan dihari kedua ditutup dengan FGD. FGD merupakan rangkaian acara khusus yang melibatkan petani, mahasiswa dan LSM. Kegiatan diselenggarakan untuk bertukar pendapat dan pengetahuan mengenai dunia perlindungan tanaman. Studi kasus dilakukan oleh beberapa kelompok yang terdiri petani dan mahasiswa. Kegiatan membahas masalah-masalah didunia pertanian, persamaan presepsi dan diakhiri dengan penyampaian gagasan. 

Seminar nasional Agroekologi dan Solidarity night

Kegiatan dilakukan Sabtu (11/11) di Auditorium Toyib Hadiwijaya. Kegiatan menghadirkan pembicara Prof. Dr. Ir. Damayanti Buchori (Gru Besar Proteksi Tanaman IPB), Mashadi (Peraih Penghargaan Kalpataru “Penyelamat Mangrove”), Dalang Sih Agung Prasetya (Dalang Wayang Serangga) dengan moderator Prayogo Probo Asmoro (Peneliti Muda berbakat 2017). Seminar mengkaji terkait Pertanian berwawasan lingkungan dengan mengutamakan Agroekologi yang berbasis kearifan lokal. Kegiatan juga menampilkan wayang serangga sebagai bentuk penyampaian pesan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Kegiatan hari ketiga ditutup dengan  Solidarity night. Solidarity night merupakan pentas seni, pengumuman lomba sekaligus penutupan acara JPTI 2017.

Musyawarah Nasional Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman ( Munas HMPTI)

Kegiatan dilakukan Minggu (12/11). Kegiatan Munas HMPTI merupakan kegiatan rutin tahunan yang pada kesempatan ini IPB menjadi tuan rumah. Kegiatan bertujuan memaparkan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, membentuk pengurus baru, dan membicaraklan program kerja yang akan dilakukan satu tahun kedepan. Kegiatan diikuti para anggota HMPTI yg terdiri dari UGM, IPB, Unsri, Unpad, Unja, Unlam, Unhas, Unand, dan UB. Kegiatan diakhiri dengan terbentuknya kepengurusan baru HMPTI.

PDF Download

Prestasi Mahasiswa: Di Pingtung University, Taiwan

Satu lagi prestasi membanggakan yang diraih mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman di tahun ini, delegasi yang mewakili IPB yang terdiri dari Natassa Kusumawardany, Rima Wulansari, M. Gagah Septarengga Adinata, Wahyu Ridwan Nanta, dan Prayogo Asmoro ini memenangkan gelar juara dalam kompetisi paper yang bertajuk 2017 Asia Pacific Agriculture Student Summit and The 2017 Asia Pacific Agriculture Undergraduate Project Competition yang diselenggarakan oleh National Pingtung University of Science and Technology (NPUST), Taiwan.

Acara yang diselenggrakan pada tanggal 23-25 November 2017 itu menetapkan paper dari delegasi Departemen Proteksi Tanaman yang berjudul “Utilization of Endophytic bacteria from Sword Brake Fern (Pteris ensiformis) as Biocontrol Agent Against Rhizoctonia solani in Rice” sebagai Juara tiga.

PDF Download