Logo

Doktor Fitopatologi

Visi

Visi PS S3 Fitopatologi adalah: Menjadi lembaga pendidikan pascasarjana strata tiga (S3) berkelas dunia di bidang ilmu penyakit tumbuhan, mencakup aspek   pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat  untuk menjawab  kebutuhan  masyarakat dan tantangan pembangunan

Misi

(A). Menyelenggarakan pembelajaran yang unggul dalam ilmu penyakit tumbuhan.

(B). Menyelenggarakan  penelitian yang unggul di bidang penyakit tumbuhan, mencakup  patogen, tanaman dan lingkungan serta interaksinya  untuk mengembangkan ilmu penyakit  tumbuhan dan teknologi pengendalian.

(C). Menyebarluaskan ilmu penyakit tumbuhan  dan teknologi pengendalian penyakit tumbuhan  kepada masyarakat ilmiah dan pengguna baik pengambil kebijakan, petani dan pengguna lain.

Tujuan

  1.  Tersedianya lulusan strata tiga yang mampu mengembangkan ilmu penyakit tumbuhan, merancang penelitian  untuk menjawab permasalahan penyakit tumbuhan  yang dihadapi di masyarakat/pemerintah  dengan pendekatan, teknik dan alat analisis sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang mutakhir.
  2. Tersedianya ilmu pengetahuan penyakit tumbuhan dan teknologi pengendalian penyakit tumbuhan.
  3. Tersebarnya ilmu pengetahuan di bidang  penyakit tumbuhan yang dihasilkan, teknologi pengendalian penyakit tumbuhan, gagasan  dan pemikiran  terkait penyakit tumbuhan di tingkat nasional dan global.

Sasaran dan Strategi Pencapaian

Sasaran program studi S3 Fitopatologi ditetapkan sebagai berikut:  

(a)   Membangun kurikulum yang relevan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan pasar kerja;

(b)   Menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan ilmu penyakit tumbuhan, baik sebagai tenaga pendidik, peneliti, praktisi, dan teknokrat;

(c)   Menghasilkan teknologi perlindungan tanaman yang bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan;

(d) Membangun sistem manajemen pendidikan yang kredibel, akuntabel, dan bertanggung jawab

Strategi yang disusun untuk mencapai sasaran program studi yang diselaraskan dengan Renstra departemen untuk periode 2016 – 2025: 

(a)   Meningkatkan mutu pendidikan dan pembinaan kemahasiswaan, diantaranya melakukan peninjauan dan pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan relevansi perkembangan ilmu dan kebutuhan pasar kerja.  Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan akan lebih profesional, bermutu, dan relevan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat.  Peninjauan kurikulum dilakukan secara regular setiap semester; lokakarya akademik minimal setiap 5 tahun sekali, rencana lokakarya akademik berikutnya adalah pada tahun 2020; selain itu membangun sistem informasi dan pelayanan akademik yang lebih kredibel dan akuntabel, serta mewujudkan sistem manajemen pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu.  Sejak tahun 2014, IPB telah mencanangkan salah satu sasaran institusinya adalah memperoleh sertifikasi standar nasional dan internasional (ISO) dalam bidang manajemen akademik.  Dengan demikian, strategi peningkatan manajemen akademik di departemen yang dijadwalkan mulai tahun 2016 sampai 2020 dapat berjalan sesuai dengan rencana institusi;

(b) Meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian, dengan sasaran utama adalah pembaharuan dan pengembangan IPTEKS di bidang proteksi tanaman; Khusus untuk target sasaran mutu program pendidikan S3 Fitopatologi, jumlah penelitian dosen yang sesuai dengan bidang keilmuannya akan mencapai 6 judul penelitian pada tahun 2019, persentase dosen yang memiliki agenda penelitian sesuai dengan bidang keilmuannya akan mencapai 75% pada tahun 2016 dan meningkat menjadi 85% pada tahun 2019;

(c) Meningkatkan kinerja pengabdian pada masyarakat, untuk memperbesar dampak bagi masyarakat dan meningkatkan reputasi departemen. Melalui kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat selama periode 2016 – 2025 diharapkan akan diperoleh luaran berupa artikel publikasi (ilmiah) dan teknologi perlindungan tanaman yang dapat dimasyarakatkan; Khusus untuk target sasaran mutu program pendidikan S3 Fitopatologi jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh dosen sesuai bidang keahliannya akan mencapai 5 judul artikel pada tahun 2019;

(d) Meningkatkan promosi dan kerjasama, misalnya membangun hubungan kerjasama dengan berbagai lembaga/instansi terkait bidang proteksi tanaman; Khusus untuk target sasaran mutu program pendidikan S3 Fitopatologi, rata-rata jumlah kegiatan PPM per tahun yang dilakukan masing-masing dosen dengan instansi dalam negeri mecapai 50% pada tahun 2016 dan meningkat menjadi 65% pada tahun 2019.

Kompetensi Program Studi

Sesuai dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 232/U/2000, pelaksanaan pendidikan program doktor diharapkan menghasilkan lulusan yang memiliki :  (1)   kemampuan mengembangkan konsep ilmu, teknologi, dan/atau kesenian baru di dalam bidang keahliannya melalui penelitian;  (2) kemampuan mengelola, memimpin dan mengembangkan program penelitian; dan (3) kemampuan pendekatan interdisipliner dalam berkarya di bidang keahliannya. Kompetensi lulusan program doktor PS Fitopatologi dirancang berdasarkan visi – misi PS dan berorientasi ke masa depan. Kompetensi utama lulusan program doktor dengan bidang keahlian fitopatologi adalah kemampuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang fitopatologi terutama yang berkaitan dengan aspek mikroba (patogen), tanaman, serta interaksinya dalam lingkungan, dalam upaya mengidentifikasi permasalahan penyakit tanaman dan merancang program pengendalian penyakit.  Lulusan program doktor bidang fitopatologi juga diharapkan memiliki kompetensi pendukung yaitu kemampuan melakukan analisis kondisi permasalahan penyakit tanaman di lapangan dengan memperhatikan beberapa aspek budidaya tanaman, iklim dan lingkungan secara umum, dan sosial ekonomi masyarakat.  Kompetensi pendukung lainnya yang harus dimiliki oleh lulusan doktor bidang fitopatologi adalah kemampuan mengidentifikasi topik-topik penelitian yang diangkat dari permasalahan di lapangan dan memimpin atau mengelola program penelitian yang akan dilakukan.

Gelar yang Diberikan

Mahasiswa yang telah menuntaskan seluruh tahapan program studi diberikan gelar Doktor.

Kurikulum

Mahasiswa program Doktor di PS Fitopatologi dapat memilih salah satu dari dua pola kurikulum yaitu : 1) MK SPs – MK Wajib Mayor – MK Pilihan Mayor; 2) MK SPs – MK Wajib Mayor – MK Pilihan Penunjang, dengan jumlah sks minimum yang harus dipenuhi sebanyak 41 sks. MK wajib SPs bagi mahasiswa program doktor adalah PPS 702 Pengantar Falsafah Sains yang umumnya diambil oleh mahasiswa pada semester ke-1.  MK Wajib Mayor terdiri atas 27 sks termasuk mata kuliah PPS 701 Kolokium, PPS 790 Seminar, dan PPS 799 Penelitian dan Disertasi.  Terdapat 5 mata kuliah wajib untuk Mayor Fitopatologi yaitu PTN 602 Aplikasi Biologi Molekuler dalam Entomologi dan Fitopatologi, PTN 624 Ekologi Patogen Tular Tanah, PTN 724 Interaksi Mikroba dan Tanaman, PTN 725 Resistensi Tanaman terhadap Patogen, PTN 726 Kajian Fitopatologi Mutakhir yang umumnya diambil oleh mahasiswa pada semester 1 sampai semester 3.  Bagi mahasiswa yang memiliki latar belakang pendidikan S2 bukan di bidang fitopatologi atau memerlukan pendalaman materi fitopatologi sebelum mengikuti mata kuliah wajib mayor disarankan untuk mengambil beberapa mata kuliah penunjang seperti PTN 510 Fitopatologi, PTN 625 Epidemiologi dan Pengelolaan Penyakit Tumbuhan, dan PTN 626 Patogenesis Tumbuhan dan respon Inang yang sebenarnya merupakan mata kuliah wajib program Magister PS Fitopatologi.  PS Fitopatologi menawarkan beberapa mata kuliah pilihan Mayor Fitopatologi, diantaranya PTN 720 Bakteri Patogen Tumbuhan Lanjutan, PTN 721 Cendawan Patogen Tumbuhan Lanjutan, PTN 722 Nematologi  Tumbuhan Lanjutan, dan PTN 723 Virologi Patogen Tumbuhan Lanjutan.  Tidak menutup kemungkinan mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan dari program studi lain dan hal tersebut justru yang banyak disarankan kepada mahasiswa untuk memperluas dan memperkaya wawasan dan pengetahuan mahasiswa dan untuk mendukung penelitian mahasiswa tersebut. Setelah menyelesaikan seluruh persyaratan mata kuliah, mahasiswa program doktor harus mengikuti ujian pra kualifikasi sebelum memasuki tahapan penelitian untuk disertasi.  Ujian pra kualifikasi dilaksanakan secara bertahap yaitu berupa ujian tertulis dan ujian lisan.  Ujian tertulis mencakup 4 subyek utama, yaitu bioekologi patogen, mekanisme patogenesis penyakit, epidemiologi penyakit, dan konsep resistensi tanaman terhadap penyakit, masing-masing subyek ujian diberikan oleh anggota tim penguji pra kualifikasi tertulis yang terdiri atas 4 orang.  Apabila mahasiswa dinyatakan lulus dalam ujian tertulis, tahap selanjutnya adalah ujian lisan di hadapan anggota komisi pembimbing dan penguji luar komisi, yang akan dipimpin oleh Ketua Program Studi. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dalam ujian pra kualifikasi dianggap layak untuk melanjutkan tahapan akademik berikutnya yaitu penelitian dan disertasi dengan terlebih dahulu mengajukan usulan/rencana penelitian. Rencana penelitian akan dipaparkan dalam kolokium proposal yang dihadiri rekan-rekan mahasiswa, dosen pembimbing, dosen pembahas luar komisi dan pengampu matakuliah kolokium. Hasil penelitian kemudian dituliskan dalam bentuk disertasi sesuai ketentuan yang berlaku, dan wajib dipresentasikan dalam seminar (PPS 790) dan dipublikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi dan jurnal  internasional bereputasi.

No.

Kode Mata Kuliah

Mata Kuliah Wajib SPs

2 SKS

1.

PPS702

Falsafah Sains

2(2-0)

 

No.

Kode Mata Kuliah

Mata Kuliah Wajib Program Studi

10 SKS

1.

PTN724

Interaksi Mikroba dan Tanaman

3(2-3)

2.

PTN725

Resistensi Tanaman Terhadap Patogen

3(2-3)

3.

PTN728

Kajian Fitopatologi Mutakhir

1(1-0)

4.

PTN624

Ekologi Patogen Tular Tanah

3(2-3)

 

No.

Kode Mata Kuliah

Tugas Akhir

28 SKS

1.

PTN701

Kolokium

1(1-0)

2.

PPS790

Seminar

1(0-1)

3.

PTN729

Penelitian dan Disertasi

12

4.

PTN72A

Kualifikasi Tertulis

1

5.

PTN72B

Kualifikasi Lisan

1

6.

PTN72C

Proposal

1

7.

PTN72D

Artikel Nasional

2

8.

PTN72E

Artikel Internasional

3

9.

PTN72F

Ujian Tertutup

3

10.

PTN72G

Topik Khusus

3

 

No.

Kode Mata Kuliah

Mata Kuliah Pilihan

15 SKS

1.

PTN602

Aplikasi Biologi Molekuler dalam Entomologi – Fitopatologi

3(2-3)

2.

PTN720

Bakteri Patogen Tumbuhan Lanjutan

3(2-3)

3.

PTN721

Cendawan Patogen Tumbuhan Lanjutan

3(2-3)

4.

PTN 722

Nematoda Patogen Tumbuhan Lanjutan

3(2-3)

5.

PTN 723

Virologi Patogen Tumbuhan Lanjutan

3(2-3)