Logo

Klinik Tanaman

Sebagaimana manusia dan hewan, tanaman juga membutuhkan klinik untuk penanganan sakit/gangguan kesehatannya. Klinik Tanaman yang bernaung di bawah Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB didirikan sebagai inovasi kelembagaan pertanian, yang merupakan sumbangan IPB sebagai pusat pengaduan untuk mengatasi masalah kesehatan tanaman.

 

Ditangani oleh enam ahli penyakit, hama, dan Pengendalian Hama Terpadu sebagai tenaga inti, serta didukung penuh mahasiswa dan pakar-pakar proteksi tanaman di Fakultas Pertanian IPB. Dilengkapi laboratorium operasional tersendiri dan mobil keliling, serta 10 laboratorium riset Departemen Proteksi Tanaman, dan laboratorium - laboratorium lain di IPB.

 

Layanan klinik tanaman meliputi:

1. Diagnosis penyakit, identifikasi hama, konsultasi kesehatan tanaman. Teknik yang digunakan mulai dari konvensional hingga menggunakan ELISA, dan biologi molekuler.

2. Analisis dan penilaian kesehatan benih/bibit, tanaman, media tanam.

3. Riset aksi dan diseminasi teknologi pengendalian hama dan penyakit tumbuhan.

4. Pelayanan klinik tanaman keliling (mobile plant clinic).

5. Perancangan dan pendampingan unit agribisnis dalam pengelolaan hama dan penyakit tumbuhan.

6. Uji mutu agens pengendali hayati

Sejak didirikan beberapa capaian yang layak untuk dibagi oleh Klinik Tanaman IPB kepada masyarakat dan dunia pertanian Indonesia adalah:

  • • Hingga kini sudah menangani 2240 kasus gangguan kesehatan tanaman dari berbagai kalangan profesi, dari seluruh Indonesia selama 10 tahun terakhir.
  • • Melakukan diseminasi teknologi melalui riset aksi untuk mengatasi hama/penyakit utama pada padi (6 kabupaten di Pulau Jawa ), cabai, bawang merah, kentang, kubis, jeruk dan sengon.
  • • Berkontribusi memberikan solusi terhadap ledakan hama/penyakit yang menjadi masalah nasional. Sebagai contoh sebagai tanggap ledakan hama wereng coklat tahun 2010-2011 yang mengancam produksi padi, dilakukan Lokakarya Nasional Pengendalian Wereng Coklat, dan Implementasi Model Pengendalian Wereng Coklat Skala Luas (didukung oleh I-MHERE B2.C.IPB)
  • • Melakukan Safari Klinik Tanaman (mobile plant clinic) di berbagai daerah di Pulau Jawa dan Lampung tahun 2007, 2010, 2011, 2012, yang secara keseluruhan menjangkau 47 kabupaten, 7.249 peserta yang meliputi petani, jajaran pemerintah daerah dan pusat, swasta dan LSM.
  • • Bermitra dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi lain untuk mendorong pembentukan, mendampingi dan membuat jaringan klinik tanaman di berbagai daerah, sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan bagi petani Indonesia, seperti Klinik Pertanian Kabupaten Tegal, Klinik Tanaman UNS, Klinik Tanaman DKI, dan rintisan Klinik Tanaman Banten.

 

Kegiatan Klinik Tanaman tersebut juga berdampak pagi pengkayaan materi kuliah dan topik penelitian di IPB, sehingga bahan-bahan kuliah dan topik penelitian selalu selaras dengan kebutuhan masyarakat petani dan pertanian Indonesia.