Logo

Daftar Berita

Mahasiswa IPB Peduli Petani melalui Gerakan Ekspedisi Padi Nusantara

Mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan rangkaian kegiatan Ekspedisi Padi Nusantara Jilid 3. Ekspedisi bertema “Evaluasi Penerapan Sistem PHT pada Lahan Pertanian Padi” ini terbagi tiga kegiatan yaitu pembekalan, turun lapang, dan kajian hasil turun lapang. Kegiatan pembekalan bertujuan membekali mahasiswa tentang konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan sekaligus pelepasan mahasiswa. Pada kegiatan pembekalan dan pelepasan ini turut hadir Sekretaris Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Ruly Anwar, M.Si dan perwakilan dari Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Kamis (5/7).

Adapun kegiatan turun lapang, mahasiswa akan menemui petani padi secara langsung. Sebanyak kurang lebih 200 mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman akan terjun ke berbagai daerah dan provinsi di Indonesia. Sedikitnya terdapat 18 provinsi yang akan menjadi lokasi turun lapang Ekspedisi Padi Nusantara Jilid 3.

Dari 18 provinsi tersebut setidaknya terdapat beberapa diantaranya produsen utama padi, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kegiatan turun lapang akan berlangsung kurang lebih dua bulan yakni bulan Juli dan Agustus. Masing-masing mahasiswa yang mengikuti turun lapang ini akan melakukan survei kepada petani terkait penerapan PHT pada pertanaman padi. Tidak hanya itu, mahasiswa juga diminta untuk membantu memecahkan permasalahan petani sesuai kemampuan masing-masing. Hasil turun lapang ini akan menjadi sumber data yang akan digunakan pada kajian evaluasi penerapan konsep PHT nanti.

Pada ekspedisi ini dipilih komoditas padi karena tanaman padi menjadi komoditas utama yang ditanam oleh petani. Tidak hanya itu, tanaman padi dipilih karena merupakan komoditas pertanian yang lebih umum ditanam oleh petani sehingga mudah ditemukan. Di sisi lain, petani padi juga mendapat pengembangan sumberdaya manusia dari pemerintah, sehingga perlu diukur apakah program tersebut membekas atau tidak, terutama kaitannya dengan konsep PHT pada tanaman padi.

Adapun evaluasi konsep PHT dilakukan karena pada dasarnya konsep PHT sudah diterbitkan peraturan perundang-undangan sejak tahun 1985, namun saat ini konsep PHT tersebut seperti hilang dari petani terutama petani padi. Apabila konsep diterapkan, terdapat keuntungan yang sangat berguna bagi petani, konsumen, dan ekosistem alam. Secara umum penerapan konsep PHT dapat melindungi konsumen dari residu pestisida yang berlebihan, menguntungkan secara ekonomi, dan ramah lingkungan.

Komisi Kemahasiswaan dan Disiplin, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB sekaligus pakar Klinik Tanaman, Bonjok Istiaji, SP, M.Si mengatakan, melalui kegiatan ekspedisi padi ini mahasiswa dapat belajar langsung pada praktisi pertanian, yakni petani. Tidak hanya itu, mahasiswa juga dapat berkontribusi nyata bagi petani dan bisa menjadi teman baik bagi petani selama liburan nanti. “Harapannya mahasiswa tidak terkungkung dengan aktivitas perkuliahan saja, melainkan dapat menumbuhkan rasa empati yang lebih kepada petani,” imbuhnya. (*/ris)

Narasumber: Bonjok Istiaji 082125164904

PDF Download

Kapten 47 Hadirkan Beasiswa Biaya Hidup Bulanan

Kapten 47 Hadirkan Beasiswa Biaya Hidup Bulanan

Memasuki tahun keempat pelayarannya, Kapten 47 tetap melaju dengan semangat yang lebih tinggi. Pada awal hingga pertengahan tahun 2018, Kapten 47 telah menyeleksi mahasiswa untuk menerima Beasiswa UKT untuk semester ganjil T.A. 2018/2019. Beasiswa yang diberikan hingga semester delapan ini mensyaratkan penerimanya tidak menerima beasiswa dari sponsor lainnya.

Empat mahasiswa yang terpilih berasal dari angkatan 54 yaitu Andri Saputra, Dinda Oktarina Saputri, dan Afifah Meilani yang merupakan penerima baru. Sementara itu, Wika Gustiah dari angkatan 53 merupakan penerima lama yang telah mendapat bantuan Beasiswa UKT sejak semester 3 (kini memasuki semester 5) masa studinya di IPB.

Setelah menjalankan program Beasiswa UKT selama 3 semester, Keluarga Alumni Proteksi Tanaman 47 akan memulai program bantuan biaya hidup per bulan. Program yang dikelola melalui mekanisme penyaluran zakat profesi ini akan dimulai pada semester genap T.A 2018-2019. Beasiswa Biaya Hidup Bulanan merupakan program tambahan dan Beasiswa UKT tetap dilanjutkan.

Dengan didukung penuh oleh pihak departemen, Kapten 47 berupaya konsisten menjalankan visinya yaitu meningkatkan kebermanfaatan pengelolaan zakat profesi untuk mendukung kelancaran studi mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman. Lebih dari itu, Kapten 47 berharap dapat menjadi inspirasi bagi para alumni lainnya untuk dapat berkontribusi pada almamater.

BUKBER Ramadan 2018

Bulan suci Ramadan merupakan bulan yg penuh rahmat dimana di Indonesia terkenal berbagai tradisi yang berkaitan dengan bulan suci ini. Selain “Ngabuburit” tradisi Buka puasa bersama juga merupakan tradisi yang populer, dimana bukan hanya berbuka puasa secara bersama-sama, melainkan juga dijadikan ajang berkumpul dan menjalin silaturahmi. Departemen Proteksi Tanaman melaksanakan tradisi buka puasa bersama (Bukber) ini pada tanggal 31 Mei 2018. Seperti tahun-tahun sebelumnya acara bukber ini dihadiri oleh staf pegawai dan dosen beserta keluarga.

Acara dibuka oleh Dr. Ir. Ruly Anwar, M.Si, setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Departemen Proteksi Tanaman Dr. Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr. acara dilanjutkan dengan kultum dari Dr. Ir. Abdul Munif, M.Sc dan diakhiri dengan menyantap hidangan takjil yang disediakan. 

PDF Download

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1438 H

Seluruh civitas akademika Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian - IPB mengucapkan:

"SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADAN 1439 HIJRIAH"

Semoga ama ibadah kita dibulan yang suci ini berlipat dan menambahkan drajat ketaqwaan kita kepada Allah S.W.T