Logo

Daftar Berita

Sidang Tesis: Magister P.S Fitopatologi a.n Devi Ayu Komalaningrat

Tahapan terakhir sebelum diselenggarakanya wisuda bagi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor, baik program sarjana sampai program pascasarjana adalah prosesi sidang. Bagi mahasiswa program pascasarjana S2 prosesi sidang tesis menentukan lulus tidaknya mahasiswa tersebut, maka proses sidang ini sangat menentukan nasib mereka. Pada segmen ini akan diberitakan mengenai sidang tesis mahasiswa pascasarjana yang ada di Departemen Proteksi Tanaman IPB.

Bagian ketiga pada segmen ini adalah liputan tentang sidang mahasiswa program studi fitopatologi yang bernama Devi Ayu Komalaningrat, sidang dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2018, bertempat di Ruang Pasca 2 - Departemen proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian – IPB.

Mahasiswa pascasarjana yang menjadi calon Master ini merupakan mahasiswa yang berada dibawah komisi pembimbing Dr. Ir. Widodo, M.S, dan Dr. Efi Toding Tondok, S.P, M.Si. Dosen yang bertindak sebagai penguji luar komisi adalah Dr. Ir.  Suryo Wiyono, M.Sc.Agr, selain itu turut hadir juga Ketua Program Studi Fitopatologi Prof. Dr. Ir. Sri Hendrastuti Hidayat, M.Sc. Sdr Devi Ayu Komalaningrat  menyampaikan hasil penelitian tesisnya yang berjudul ”Identifikasi Spesies Botrytis pada Beberapa Tanaman Hortikultura di Jawa Barat”.

Penelitian tesis sdr Devi Ayu Komalaningrat ini mengidentifikasi spesies penyakit Botrytis atau yang dikenal sebagai penyakit jamur abu yang menyerang tanaman hortikultura di Provinsi jawa Barat.

PDF Download

Pameran Manekin Cendawan 2018

Rabu 19 Desember 2018, telah dilaksanakan Pameran Manekin Cendawan 2018. Pameran ini merupakan tugas akhir praktikum yang wajib diikuti oleh mahasiswa Proteksi Tanaman angkatan 54 (semester 3). Mahasiswa diarahkan untuk memanfaatkan barang-barang sederhana di sekitar dan merancang manekin bermacam-macam cendawan. Selain untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam mengenali dan memperkenalkan keragaman cendawan, pameran ini juga dilombakan dengan beberapa kriteria: ketepatan identifikasi spesies cendawan, kelengkapan bagian-bagian cendawan, kemiripan dengan aslinya, dan nilai estetika dari manekin yang dipamerkan.

Pameran ini diikuti oleh 100 mahasiswa yang dibagi ke dalam 28 kelompok. Oleh karena itu, ada 28 manekin yang dipamerkan. Selain memamerkan manekin, kelompok mahasiswa tersebut diminta untuk menjelaskan biologi dan ekologi dari cendawan yang dibuat manekin. Kegiatan ini bermanfaat untuk menambah wawasan para mahasiswa karena manekin yang dibuat tidak dibatasi hanya cendawan-cendawan yang berperan sebagai patogen tumbuhan, tetapi juga cendawan-cendawan lain baik yang bermanfaat untuk manusia (sebagai produk pangan dan obat-obatan) maupun cendawan-cendawan yang berbahaya karena mengandung racun. Pameran ini tidak hanya dihadiri oleh para mahasiswa, asisten praktikum, dan dosen, tetapi juga menarik banyak pengunjung yang sedang melintasi Koridor GKA

Setelah dilakukan penilaian oleh 10 orang juri, diputuskan bahwa pemenang pameran manekin ini adalah kelompok 11 (Andriyani, Mulyadi, dan Kristoforus Sinyong) yang menampilkan morfologi Aspergillus flavus secara komprehensif dengan kombinasi warna yang menarik. Kegiatan ini diakhiri dengan foto para mahasiswa bersama dengan dosen dan asisten praktikum yang menandakan kegiatan praktikum semester ganjil telah selesai dan mahasiswa akan mempersiapkan diri untuk menempuh ujian akhir semester pada awal Januari 2019 nanti.

PDF Download

Sidang Tesis: Magister P.S Fitopatologi a.n Dewa Gede Wiryangga Selangga

Tahapan terakhir sebelum diselenggarakanya wisuda bagi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor, baik program sarjana sampai program pascasarjana adalah prosesi sidang. Bagi mahasiswa program pascasarjana S2 prosesi sidang tesis menentukan lulus tidaknya mahasiswa tersebut, maka proses sidang ini sangat menentukan nasib mereka. Pada segmen ini akan diberitakan mengenai sidang tesis mahasiswa pascasarjana yang ada di Departemen Proteksi Tanaman IPB.

Bagian kedua pada segmen ini adalah liputan tentang sidang mahasiswa program studi fitopatologi yang bernama Dewa Gede Wiryangga Selangga, sidang dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2018, bertempat di Ruang Pasca 3 - Departemen proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian – IPB.

Mahasiswa pascasarjana yang menjadi calon Master ini merupakan mahasiswa yang berada dibawah komisi pembimbing Prof. Dr. Ir. Sri Hendrastuti Hidayat, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Anas Dinurrohman S., M.Si dan Dr. Ir. Suryo Wiyono,M.Sc.Agr. Dosen yang bertindak sebagai penguji luar komisi adalah Dr. Ir.  Widodo, M.Si. Sdr Dewa Gede Wiryangga Selangga menyampaikan hasil penelitian tesisnya yang berjudul ”Variasi Genetika Pepper Yellow Leaf Curl Virus yang Menginfeksi Tanaman Cabai di Provinsi Bali dan Pengaruh Silika Terhadap Keparahan Penyakit”.

Penelitian tesis sdr Dewa Gede Wiryangga Selangga ini mengidentifikasi variasi tingkat gen pada virus Pepper Yellow Leaf Curl Virus dan meneliti pengaruh silika terhadap keparahan penyakit yang disebabkan virus tersebut pada tanaman cabai di provinsi Bali.

PDF Download

Workshop Stingless Bee oleh Staf PTN

Selasa, 18 Desember 2018 Botani Mart IPB mengundang salah satu praktisi di bidang lebah tanpa sengat (stingless bee) yaitu Nadzirum Mubin, SP., MSi yang merupakan salah satu staf di Departemen Proteksi Tanaman IPB yang memang sejak 2012 sudah mulai mempelajari stingless bee ini.

Botani Mart sendiri merupakan salah satu unit bisnis yang dikelola oleh IPB. Unit ini bergerak dibidang retail, dimana Botani Mart menyediakan produk hasil pertanian yang berasal dari hulu sampai kehilir. Botani mart sudah mempunyai koloni stingless bee berjenis Trigona (Tetragonula) laeviceps (Hymenoptera: Apidae: Meliponini) yang merupakan kelompok lebah tanpa sengat dengan ukuran yang cukup kecil. Lebah tersebut sangat aman dan bersahabat/friendly sehingga Botani mart memang berencana memasukan wahana stingless bee ini sebagai wahana bagian Agrotourism untuk memberikan edukasi untuk pengunjung, yang nantinya memang diharapkan dapat menarik hati para pengunjung. Selain perilaku lebah yang tidak menyengat sehingga aman untuk pengunjung, kelebihan lainnya yaitu lebah ini juga mampu memproduksi madu, bee pollen, dan propolis. Propolis yang dihasilkan, menurut beberapa literatur disebutkan bahwa produksi propolis dari lebah tanpa sengat lebih tinggi dibandingkan lebah yang menyengat seperti honey bee (Apis mellifera, A. cerana, dll) dengan kisaran harga yang cukup tinggi (10ml seharga 100-150 ribu rupiah).

Materi yang dibawakan Nadzirum mencakup tentang peranan penting lebah sebagai serangga penyerbuk; memberikan pengetahuan tentang struktur sarang yang mempunyai perbedaan dengan honey bee; cara pemanenan madu, bee pollen, dan propolis; cara perbanyakan koloni (colony propagation); cara mengendalikan musuh alaminya seperti semut, cicak, tokek; serta memberikan pengetahuan tentang sumber pakan yang mampu meningkatkan produksi madu, polen, dan propolis.

Lebah tanpa sengat ini tidak hanya sekedar untuk wahana Agrotourism, tapi di lain sisi juga difungsikan untuk penyerbukan tanaman-tanaman di sekitarnya. Banyak tanaman sekitar yang ditanam untuk estetika (bunga-bungaan), juga untuk diperjualbelikan seperti buah-buahan (jambu kristal, sawo, jeruk), dan sayur (okra) dll. Dengan adanya introduksi lebah di area tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat pengunjung karena bibit-bibit buah atau sayur yang ditanam memperlihatkan performa terbaiknya yaitu berbuah lebah dan bentuknya yang sempurna.

PDF Download