Logo

Daftar Berita

Beasiswa Kapten 47 Periode ke-4

Akhir November 2018 lalu, Keluarga Alumni Proteksi Tanaman 47 telah menyeleksi penerima Beasiswa Kapten 47 periode ke-4. Program yang sudah berjalan selama 4 semester ini menjaring para mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan baik dalam bentuk biaya UKT maupun biaya hidup bulanan. Sumber dana beasiswa diperoleh dari penghimpunan dana zakat profesi sebesar 2.5% dari total penghasilan bulanan yang dikumulatifkan dan dikelola oleh 25 anggota selama 6 bulan untuk setiap periodenya.

Pendaftar Beasiswa Periode 4 berasal dari mahasiswa S1 Proteksi Tanaman angkatan 53, 54, dan 55 yang ber-UKT maksimum Rp 7.000.000,-. Total pendaftar pada periode ini adalah 21 orang yang diseleksi kelayakan esai dan besaran UKT-nya. Sebanyak 18 orang terpilih dalam seleksi esai dan besaran UKT, lalu dilanjutkan dengan seleksi formulir dan rekomendasi dari 2 orang teman sekelas di angkatan masing-masing.

Pada tahap ini, sebanyak 12 orang telah mengembalikan formulir berikut rekomendasi dari 2 orang temannya. Sementara 6 pendaftar lainnya tidak mengembalikan atau tidak diperkenankan mengembalikan formulir. Beberapa alasannya: 1. Pendaftar telah diterima pada beasiswa lain yang waktu seleksinya lebih awal dari Beasiswa Kapten 47, 2. Pendaftar yang diketahui telah menjadi penerima beasiswa lainnya, dan 3. Pendaftar terlambat memeriksa informasi di email dan pengembalian formulir melewati batas waktu.

Anggota Kapten 47 yang seluruhnya dapat terlibat dalam semua tahapan seleksi diberikan kewenangan untuk mereview esai dan formulir yang masuk. Setelah direview, dibuat sistem perankingan untuk menentukan pendaftar yang paling layak. Hasilnya lalu direkapitulasi dan diumumkan untuk kembali didiskusikan bersama seluruh anggota. Beberapa keputusan yang dihasilkan adalah:

1. Penerima Beasiswa Kapten 47 terdiri dari 8 orang. Sebanyak 4 orang merupakan penerima pada Periode 3 yang masih layak menerima beasiswa, dan 4 orang lainnya adalah penerima baru hasil seleksi Periode 4. Kedelapan mahasiswa tersebut adalah:

a. Beasiswa UKT

  • Wika Gustiah (PTN 53)
  • Afifah Meilani (PTN 54)
  • Andri Saputra (PTN 54)
  • Dinda Oktarina Saputri (PTN 54)
  • Inas Shofura (PTN 55)
  • Puteri Rizky Naafiah (PTN 55)

b. Beasiswa Bulanan

  • Kristoforus Sinyong (PTN 54)
  • Fahira Hanifah (PTN 54)

2. Besaran beasiswa yang diberikan adalah:

a. Rp 1.000.000,- per semester bagi penerima yang ber-UKT Rp 1.000.000,-

b. Rp 2.000.000,- per semester bagi penerima yang ber-UKT Rp 4.000.000,- sampai Rp 7.000.000,-

c. Rp 250.000,- per bulan bagi penerima Beasiswa Bulanan

3. Kapten 47 berkomitmen untuk memberikan Beasiswa UKT dan Beasiswa Bulanan sampai mahasiswa tersebut menyelesaikan semester 8, selama tidak menerima beasiswa dari sumber lainnya.

Kapten 47 senantiasa memohon dukungan dan doa dari civitas akademika Departemen Proteksi Tanaman agar program ini dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat bagi banyak mahasiswa khususnya yang sedang menimba ilmu untuk menjadi seorang sarjana pertanian.

PDF Download

Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia (JPTI) 2018

Himpunan Proteksi Tanaman (Himasita) merupakan himpunan mahasiswa dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB. Setiap tahunnya, Himasita melaksanakan program tahunan yang mengundang beberapa delegasi dari Universitas-Universitas yang berlatar belakang Pertanian khususnya Hama dan Penyakit Tanaman atau Proteksi Tanaman. Nama kegiatan tahun ini adalah Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia (JPTI) 2018 dengan tema “Mengembalikan Kejayaan PHT Kita: Langkah Gemilang Menuju Pertanian Nusantara yang Mandiri, Berdaulat, dan Berkelanjutan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu-Minggu,. Tahun ini yang bertugas menjadi ketua panitia adalah Umar Sadikin Akbar yang merupakan mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman Angkatan 53 (PTN 53). Adapun rangkaiannya yaitu:

  1. Meet and Greet
  2. Perlombaan: LCT, Fotografi, Poster Ilmiah
  3. Pelatihan Stingless bees (Trigona sp.)
  4. Focus Group Discussion on Integrated Pest Management
  5. Seminar Nasional Perlindungan Tanaman
  6. Plant Doctor’s Fun Camp
  7. One Day Trip
  8. EXPO

Pada JPTI 2018 ini, delegasi yang datang berasal dari Univeristas Sumatera Utara (USU), Univeristas Sriwijaya (Unsri), Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Universitas Padjajaran (Unpadj), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas lainnya.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memperkenalkan tentang pentingnya perlindungan tanaman dan pertanian berkelanjutan sesuai konsep PHT, mengakrabkan mahasiswa dan petani melalui sharing and learning, membangun kesadaran mahasiswa Proteksi Tanaman atau Hama Penyakit Tanaman mengenai pentingnya membina hubungan baik dengan petani, serta meningkatkan kapasitas semua pihak dalam dunia perlindungan tanaman.

Pelatihan Stingless Bees (Trigona sp.)

Pelatihan pengembangbiakan Trigona sp. (klanceng, bhs jawa; teuwul, bhs sunda) ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Aelefa Departemen Proteksi Tanaman pada hari Jumat, 09 November 2018. Kebun percobaan AELEFA merupakan kepanjangan dari Agro-Ekologi Learning Farm yang dikelola oleh Departemen Proteksi Tanaman. Kebun percobaan tersebut seringkali digunakan untuk pelatihan maupun pertemuan dan pada kesempatan kali ini kebun percobaan ini digunakan untuk pelatihan budidaya stingless bee. Nadzirum Mubin, SP., MSi menjadi narasumber pada pelatihan ini yang merupakan salah satu dosen muda di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB. Peserta yang hadir sekitar 30 orang yang berasal dari kelompok mahasiswa baik S1 (Departemen/Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman/ Proteksi Tanaman, Agronomi, Kehutanan, Ilmu Komputer, Statistika, dan lainnya yang berasal dari IPB, USU, UB, Unlam, dan IPB), S2 Entomologi, serta Dosen dari Silvikultur IPB.

Pelatihan diadakan dengan materi utama adalah cara tepat pengembangbiakan lebah klanceng  yang mudah diterapkan dikalangan masyarakat. Tujuan pelatihan ini yaitu untuk menambah pengetahuan tentang pemanfaatan lebah tanpa sengat ini baik untuk fungsi penyerbukan maupun digunakan untuk diambil produk lebahnya seperti madu, bee bread, dan propolisnya.

Seminar Nasional Perlindungan Tanaman

Seminar Nasional ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 November 2018 di Gedung Kuliah A Fakultas Pertanian IPB. Seminar nasional disesuaikan dengan tema JPTI 2018 yaitu “Mengembalikan Kejayaan PHT Kita: Langkah Gemilang Menuju Pertanian Nusantara yang Mandiri, Berdaulat, dan Berkelanjutan”.  Seminar ini mengundang pemateri yang memahami tentang Pengendalian Hama Terpadu/PHT yaitu Prof. Dr. Ir. Damayanti Buchori, MSc yang merupakan Guru Besar Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB. Selain itu juga mengundang jurnalis senior yaitu Muhammad Akhar, SP., dan Suparyitem yang merupakan Founder KWT Menur.

Tujuan dari seminar ini adalah untuk memberikan informasi dan menambah pengetahuan mengenai permasalahan terkini Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di Pertanian Indonesia. Delegasi, mahasiswa Proteksi Tanaman IPB, dan masyarakat umum

Perlombaan yang diselenggarakan

1. Lomba Cerdas Tepat (LCT)

Lomba ini merupakan salah satu rangkaian dalam acara Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia (JPTI) 2018 yang dilaksanakan di Ruang sidang 1 Fakultas pada hari Kamis, 8 November 2018. Perlombaan LCT dilakukan dalam satu hari dengan 3 tahapan (penyisihan, semifinal, dan final). Pemenang dari LCT ini yaitu dari IPB 1, IPB 2, dan UGM 1.

Juara 1: IPB 2 - Ahmad Yusuf Ibrahim, Eva Miftahul K, Nadhifatul R

Juara 2: IPB 1 - Eka Dana K, Ucip Sumantoro, Farhatussolihah

Juara 3: UGM 1 - Riny Rezkiananda, Eka Fitriani, Alfianida Musyarofah

Link: https://www.instagram.com/p/BqG_VKBFCNf/

2. Lomba Fotografi

Lomba ini merupakan salah satu rangkaian dalam acara Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia (JPTI) 2018. Perlombaan fotografi dilakukan dengan peserta mengirimkan foto terbaiknya sebelum rangkaian acara JPTI 2018 diadakan, dan selanjutnya akan dilakukan penilaian oleh dewan juri.

Pemenang Lomba Foto

Juara 1: Rafif Fathan Dienulhaq (IPB)

link: https://www.instagram.com/p/Bpv3KrpFs3V/

Juara 2: Augusman waruwu (USU)

link: https://www.instagram.com/p/BpucAmpAteR/

Best caption: Rafif Fathan Dienulhaq (IPB)

3. Presentasi poster

Presentasi poster ilmiah diadakan dalam satu hari bersamaan dengan Seminar Nasional Perlindungan Tanaman. Tujuan dari perlombaan ini yaitu untuk mengukur kemampuan dan pemahaman setiap delegasi dari universitas berbeda se-Indonesia mengenai Tema Perlombaan JPTI 2018.

Pemenang Lomba Poster Ilmiah
Juara 1 : Nava Karina  (UB)
Juara 2 : Hannung Dwi Khasanah (UGM)
Juara 3 : Cindy Dyah Ayu Fitriana (UB)

link: https://www.instagram.com/p/BqG-9KalPep/

PDF Download

Mahasiswa Proteksi Tanaman Perkenalkan Serangga sebagai Protein Masa Depan di Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Sekelompok Mahasiswa di lingkungan Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor di bawah organisasi Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman (HIMASITA) yang memiliki minat terhadap dunia serangga (entomologi) yaitu Entomology Club/EntoClub menggelar sebuah pameran tematik dengan tema “Edible Insect” atau serangga yang dapat dikonsumsi di gelaran Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, 3-4 November 2018 di area Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Kegiatan ini masih merupakan bagian dari kerja sama antara Museum Serangga dengan IPB khususnya Departemen Proteksi Tanaman dan beberapa mitra yaitu Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI), Yayasan Peduli Konservasi Alam (PEKA) Indonesia, dan Komunitas Cinta Lingkungan BeeYouth!

Di negara negara tropis termasuk Indonesia, mengkonsumsi serangga telah manjadi budaya masyarakat sejak bertahun tahun yang lalu. Di beberapa negara seperti Cina, Jepang dan Thailand banyak sekali menu makanan serangga yang digemari masyarakat dan masih dikonsumsi  sampai saat ini. Di Indonesia sendiri, menu makanan serangga menjadi identitas suatu daerah. Sebut saja rempeyek laron di Jawa Timur, belalang goreng di daerah Yogyakarta dan ulat jati di Grobogan serta ulat sagu yang hingga kini masih digemari masyarakat di Indonesia bagian timur dan Pulau Sumatera.

Dalam 10 tahun terakhir, di negara negara benua eropa dan amerika mulai diperkenalkan makanan olahan berbahan baku serangga. Dari hasil penelitan dan berbagai macam uji coba yang dilakukan, diyakini bahwa serangga merupakan sumber protein yang potensial di masa depan. Saat ini, mengkonsumsi serangga menjadi trend yang sedang berkembang di Eropa dan Amerika. Beberapa restoran mulai menyajikan makanan dan snack dari serangga. Industri olahan makanan juga mulai memperkenalkan tepung serangga sebagai bahan tambahan dalam pembuatan aneka jenis makanan. Di Italy, campuran tepung jangkrik dan tepung gandum sedang populer digunakan dalam membuat pizza dan spageti. Tepung jangkrik ditambahkan guna memberikan nutrisi yaitu protein sehingga kandungan protein di dalam pizza maupun spageti menjadi bertambah.

Kegiatan pameran, menampilkan poster infografis yang menyajikan fakta misalnya dalam 100 gram serangga mengandung 69% protein dimana nilai tersebut paling tinggi dibandingkan dengan ayam (31%) atau sapi (29-43%). Selain itu budidaya serangga memerlukan lebih sedikit lahan, bahan pakan, serta 2000 kali lebih sedikit memerlukan air jika dibandingkan dengan peternakan sapi. Budidaya serangga juga menghasilkan sedikit amonia dan gas rumah kaca sehingga turut menjaga kondisi bumi. Dalam pameran juga ditampilkan display dan tester makanan olahan berbahan serangga seperti belalang goreng dengan varian rasa pedas, gurih, asam manis serta keripik maggot yang renyah. Kegiatan ini juga turut diramaikan oleh CriquetFood, sebuah start up bisnis oleh mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman yang mengembangkan makan olahan jenis cake dan crackers berbahan dasar tepung jangkrik.

Selain itu, mereka juga turut memperkenalkan serangga lebah tanpa sengat atau yang biasa dikenal dengan sebutan klanceng (Jawa), teuweul (Sunda), kelulut (Melayu) sebagai serangga potensial penghasil madu di skala rumah tangga. Hal ini bentuk kampanye dalam menghijaukan pekarangan rumah dengan tanaman bunga dan sayuran sebagai pakan lebah dan sekaligus sebagai upaya konservasi lebah tanpa sengat. Banyak dari pengunjung stand pameran yang baru pertama kali melihat dan mengetahui bahwa ada jenis lebah penghasil madu yang tidak menyengat. Para pengunjung juga antusias memberikan pertanyaan terkait teknik budi daya dan memanen madu dari lebah tanpa sengat tersebut.

PDF Download

Dua Delegasi Dept. PTN Meraih Penghargaan di ARCoFS 18 – Malaysia

Sebanyak 200 delegasi dari berbagai negara Asia Fasipik berkumpul dalam helatan ARCoFS 18 (Asia Pacific Confrence on Food Security 2018). Konfrensi yang bertajuk “Food Security and Survival of Mankind” ini diselenggarakan oleh International Institute of Plantation Management (IIPM) – Malaysia yang bekerjasama dengan Universiti Malaysia Kelantan dan IPB dilaksanakan selama 2 hari, dari tanggal 30 sampai dengan 31 Oktober 2018 di Bangi - Malaysia.

Dua delegasi dari Departemen Proteksi Tanaman yang mengikuti konfrensi ini berhasil memenangkan medali sebagai peserta presentasi oral terbaik, Dr. Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr mendapatkan Silver Medal dangan judul presentasi “Threat of Emerging Infecious Disease on Food Security: Indonesian Case” dan Dr. Ir. Ruly Anwar, M.Si mendapatkan Bronze Medal dengan judul presentasi “New Record of Entomophthoralean Fungi on Several Insect Pests of Vegetable and Rice Plants at Indonesia”.

PDF Download