Logo

What We're Doing Right Now

  • Pandemi Covid-19 Tidak Membatasi Mahasiswa untuk Tetap Produktif

    Pandemi Covid-19 yang melanda dunia tidak membatasi mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman untuk tetap produktif menjalani masa studinya, salah satu contoh adalah yang dilakukan oleh Sulistyani Nurrofi'ah, mahasiswa PTN angkatan 53 ini melaksanakan kegiatan Pengamatan kondisi bibit vanili dan pengambilan sampel bibit bermasalah di Pandeglang, Banten

    “Salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh mahasiswa PTN IPB University adalah pemantauan kesehatan tanaman dan evaluasi kesehatan pertanaman. Pengetahuan mengenai morfologi tanaman, karakter fisiologis tanaman, tanda penyakit, dan pola perkembangan penyakit harus benar-benar dipahami untuk menghasilkan informasi dan rekomendasi yang tepat” ungkap Sulityani.

    Read More

Recent News

Pandemi Covid-19 Tidak Membatasi Mahasiswa untuk Tetap Produktif

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia tidak membatasi mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman untuk tetap produktif menjalani masa studinya, salah satu contoh adalah yang dilakukan oleh Sulistyani Nurrofi'ah, mahasiswa PTN angkatan 53 ini melaksanakan kegiatan Pengamatan kondisi bibit vanili dan pengambilan sampel bibit bermasalah di Pandeglang, Banten

“Salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh mahasiswa PTN IPB University adalah pemantauan kesehatan tanaman dan evaluasi kesehatan pertanaman. Pengetahuan mengenai morfologi tanaman, karakter fisiologis tanaman, tanda penyakit, dan pola perkembangan penyakit harus benar-benar dipahami untuk menghasilkan informasi dan rekomendasi yang tepat” ungkap Sulityani.

Prof. Sri Hendrastuti Hidayat Menjadi Narasumber dalam Webinar Asosiasi Benih Asia Pasifik

Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh infeksi virus selalu menjadi ancaman terhadap produktivitas tanaman. Selain karena kemampuannya menyebar dengan sangat cepat, infeksi virus bersifat sistemik sehingga menimbulkan kesulitan dalam penentuan strategi pengendaliannya. Para peneliti virologi tumbuhan di berbagai institusi internasional kerap mengadakan kajian mendalam dengan sasaran terhimpunnya strategi pengendalian untuk menyelamatkan produksi tanaman.

Webinar “Asian Solanaceous and Cucurbits Roundtable-Expert Talk on Crop Improvement” (24/2) yang digelar The Asia Pacific Seed Association,  Prof. Sri Hendrastuti Hidayat, Guru Besar IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian menyampaikan materi tentang kemunculan dan persebaran virus yang menginfeksi tanaman dari famili Cucurbitacae di Indonesia. Ahli penyakit tanaman dari IPB University ini juga memaparkan bahwa survei lapangan yang dilakukan beberapa tahun terakhir ini pada pertanaman cucurbit (diantaranya mentimun, melon, semangka, labu, oyong), terutama di Pulau Jawa, mengindikasi munculnya penyakit-penyakit baru yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. “Beberapa faktor yang berperan terhadap insidensi ini adalah perubahan iklim dan pola budi daya yang diterapkan oleh para petani.  Oleh karena itu, penelitian-penelitian tentang keragaman genetik, metode diagnosis, kajian penularan virus perlu lebih banyak dilakukan,” ujar pakar virologi tumbuhan ini.

Pada webinar ini juga disampaikan bahwa para peneliti virologi tumbuhan di Indonesia terus bekerja sama dalam menyusun strategi pengendalian virus tumbuhan secara komprehensif. Seri webinar yang bertajuk “Evolution and Emergence of Viruses in Asia Pacific Region” ini juga menghadirkan Dr. Christy Jeyaseelan Emmanuel dari University of Jaffna, Sri Lanka yang berbicara mengenai Begomovirus sebagai tantangan produksi pada berbagai jenis tanaman sayuran.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh The Asia Pacific Seed Association (APSA) ini dihadiri oleh para pakar dan peminat ilmu virologi tumbuhan dari 29 negara dan webinar bertajuk serupa diadakan setiap dua bulan sekali. (**/Zul)

Dukung SLPHT Bio Intensif, Departemen Proteksi Tanaman IPB Gelar Layanan Konsultasi Pertanian di Indramayu

Indramayu, 21/2/2021.

Selama dua hari, Sabtu (20/2) dan Minggu (21/2) sejumlah staf dosen dan mahasiswa Proteksi Tanaman IPB terjun langsung melayani konsultasi kesehatan tanaman bagi para petani di Blok Darim, Desa Kendayakan, Kecamatan Losarang, dan desa Puntang, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.  Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka Peluncuran Laboratorium Lapangan dan Peringatan Hari Gotong Royong pada Minggu, 21/2/2021. Acara yang  diselenggarakan oleh Forum Darim Bersatu (Forrimber) yang didukung oleh Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Gerakan Petani Nusantara (GPN), dan Departemen Proteksi Tanaman IPB ini menjad salah satu puncak dari agenda Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Bio Intensif yang telah dimulai sejak bulan Desember 2021, sebagai upaya peningkatan daya lenting dan ketahanan pangan keluarga.

Suradi, Ketua Panitia acara menyatakan bahwa acara ini dimaksudkan sebagai upaya menguatkan kekompakan petani untuk mengatasi persoalan baik di lingkungan maupun di lahan pertanian. Pada acara ini petani peserta SL menyampaikan hasil sementara pembelajarannya. "Kami sangat senang ikut SL ini karena dapat pembelajaran banyak. Selama ini saya menanam padi tapi banyak hal yang baru saya tahu" ujar Yanto, peserta SL. Bonjok Istiaji, MSi, Kepala Klinik Tanaman IPB, yang hadir pada acara ini menyatakan bahwa sekolah lapang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman petani tidak hanya terkait hama penyakit namun juga budidaya secara keseluruhan. "Kami senang petani disini melakukan sekolah lapang. Artinya petani punya semangat untuk belajar dari guru sejati, yaitu alam, sehingga usaha taninya bisa berhasil" ungkap Bonjok

Pada kesempatan itu, Bonjok juga menegaskan bahwa insiatif petani ini perlu dikembangkan dan didukung. Oleh karenanya, Klinik Tanaman IPB menyediakan diri untuk menjadi teman belajar bagi petani. Sementara itu, Dr. Suryo Wiyono, dosen Proteksi Tanaman sekaligus Ketua GPN mengungkapkan bahwa acara ini sangat baik terutama untuk menjaga dan menularkan semangat gotong royong. Semangat ini juga diperlukan dalam pertanian. "Petani perlu menjaga semangat kebersamaan. Banyak persoalan di lahan yang bisa diselesaikan dengan gotong royong. Mengatasi hama tikus, saluran yang rusak adalah contoh dimana semangat kebersamaan ini diperlukan" ujar Suryo. Semangat gotong royong menjadi kekuatan petani Nusantara. Ini perlu dikukuhkan sebagai syarat supaya kita bisa berdaulat, pungkas Suryo. Bagi Yanto, gotong royong ini perlu terus dipelihara dan dikuatkan terutama dalam dunia pertanian. "Dengan semangat ini kami akan terus belajar dan bisa menjawab tantangan ke depan" pungkasnya.

Terima Kasih Prof. Meity

Prof. Dr. Ir. Meit Suradji Sinaga, M.Sc merupakan salah guru besar Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian – IPB University, beliau membidangi kepakaran Fitopatologi khususnya Mikologi Tumbuhan. Beliau lahir di Bandung pada 25 November 1950, selama mengabdi Beliau pernah menduduki jabatan-jabatan strategis antara lain Sekretaris Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Faperta – IPB (1987-1995); Ketua PS Ento-Fito Sekolah Pascasarjana – IPB (1999-2004); Kepala Divisi Penyakit Tumbuhan Departemen Proteksi Tanaman (2004-2020); Ketua Komisi C Senat Fakultas Pertanian IPB (2011-2020); Sekretaris Komisi C Dewan Guru Besar IPB (2007-2008); Ketua Komisi A Dewan Guru Besar IPB (2008-2010); Asesor Nasional BAN-PT (2008-2020). Selama berkarir Prof. Meity telah menghasilkan dua buku yang menjadi acuan akademisi khususnya dalam bidang pembudi dayaan Jamur Merang, buku-bukunya yaitu Jamur Merang dan Budi Dayanya (1990, Penebar Swadaya) dan Budi Daya Jamur Merang (2011, Penebar Swadaya), selain itu ada satu buku yang menjadi acuan ilmu ppenyakit tumbuhan yaitu Dasar-dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan (2003, Penebar Swadaya).

Selama 44 tahun mengabdi di PTN Prof. Meity telah membimbing begitu banyak mahasiswa mulai dari strata 1 (S1), Master (S2) dan Doktor (S3). Tahun ini Prof. Meity akan menjalani masa purnabaktinya, video ini berisi ungkapan rasa terima kasih dari para mahasiswa bimbingan Prof. Meity

Recent Events

Purnabakti Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc. dan Prof. Dr. Ir. Meity Suradji Sinaga, M.Sc.

10 February 2021

Zoom Meeting

FGD: Respon Cepat Invasi Spodoptera frugiperda

15 July 2019

Bogor