Logo

What We're Doing Right Now

  • Seminar UKPHT: Dua Pakar Zoologi dari Universitas Hamburg

    UKPHT (Unit Kajian Pengendalian Hama Terpadu) merupakan salah satu unit di dalam Departemen Proteksi Tanaman yang memiliki peran untuk mengkaji hal-hal mengenai Pengendalian Hama Terpadu secara khusus, maupun bidang tentang perlindungan tanaman secara umum. Salah satu hal yang rutin dilakukan oleh UKPHT yaitu mengundang pakar dalam dua bidang tersebut untuk melakukan seminar di Departemen Proteksi Tanaman. Seminar rutin kali ini diisi oleh dua pakar zoologi dari Universitas Hamburg, Jerman.

    Pembicara pertama merupakan salah satu pakar dibidang Spesies, yaitu Prof. Dr. Bernhard Hausdorf. Prof Bernhard mebawakan topik tentang Konsep Spesies. “Do we need a new species concept?” merupakan judul seminar yang ia bawakan.

    Pembicara kedua adalah pakar dan sekaligus ketua bagian Arachnologi, Museum Zoologi Unversitas Hamburg, Jerman, yaitu Dr. Danilo Harms yang membawakan seminar mengenai Museum Zoologi Universitas Hamburg, serta di akhir seminar ia memaparkan cara untuk bergabung dalam penelitian yang dilakukannya di museum itu.

    Seminar rutin ini dilaksanakan di Ruang Sidang 1, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian pada tanggal 31 Agustus 2017.

    Read More

Recent News

Seminar UKPHT: Dua Pakar Zoologi dari Universitas Hamburg

UKPHT (Unit Kajian Pengendalian Hama Terpadu) merupakan salah satu unit di dalam Departemen Proteksi Tanaman yang memiliki peran untuk mengkaji hal-hal mengenai Pengendalian Hama Terpadu secara khusus, maupun bidang tentang perlindungan tanaman secara umum. Salah satu hal yang rutin dilakukan oleh UKPHT yaitu mengundang pakar dalam dua bidang tersebut untuk melakukan seminar di Departemen Proteksi Tanaman. Seminar rutin kali ini diisi oleh dua pakar zoologi dari Universitas Hamburg, Jerman.

Pembicara pertama merupakan salah satu pakar dibidang Spesies, yaitu Prof. Dr. Bernhard Hausdorf. Prof Bernhard mebawakan topik tentang Konsep Spesies. “Do we need a new species concept?” merupakan judul seminar yang ia bawakan.

Pembicara kedua adalah pakar dan sekaligus ketua bagian Arachnologi, Museum Zoologi Unversitas Hamburg, Jerman, yaitu Dr. Danilo Harms yang membawakan seminar mengenai Museum Zoologi Universitas Hamburg, serta di akhir seminar ia memaparkan cara untuk bergabung dalam penelitian yang dilakukannya di museum itu.

Seminar rutin ini dilaksanakan di Ruang Sidang 1, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian pada tanggal 31 Agustus 2017.

Sidang Promosi Doktor a.n Arinana

Sidang Promosi (Sidang Terbuka) Doktoral merupakan salah satu prosesi yang wajib dilakukan oleh seorang calon doktor di Sekolah Pascasarjana IPB. Salah satu calon doktor dari Program Studi Entomologi atas nama Arinana telah melakukan sidang promosi pada tanggal 29 Agustus 2017 bertempat di Ruang Sidang Silva Lt. 1, Fakultas Kehutanan – IPB.

Mahasiswa pascasarjana yang menjadi calon doktor ini merupakan masiswa yang berada dibawah komisi pembimbing Prof. Aunu Rauf, Prof. Dodi Nandika, Dr. Idham Sakti Harahap, dan Dr. I Made Sumertajaya. Sdr Arinana menyampaikan hasil penelitian disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Prediksi Kelas Bahaya Serangan Rayap Tanah di Provinsi DKI Jakarta Berdasarkan Komposisi Spesies Serta Karakteristik Tanah dan Iklim”.

Sidang Promosi ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian Dr. Agus Purwito sebagai wakil Rektor IPB, dengan penguji luar komisi yaitu Prof(R). Sulaeman Yusuf yang merupakan Kepala Pusat Penelitian Biomaterial, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Dr. Ali Nurmansyah (staff pengajar di Program Studi Entomologi, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB), sedangkan perwakilan dari Program Studi Entomologi diwakili oleh Dr. Pudjianto.

Penelitian Sdr Arinana ini mengidentifikasi keanekaragaman spesies rayap tanah dan mengukur struktur komunitasnya secara geo-spasial di Provinsi DKI Jakarta, kemudian membangun model penduga risiko kelas bahaya serangan rayap berbasis karakteristik tanah, iklim, dan spesies rayap.

Sdr Arinana akan kembali bertugas di Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan – IPB sebagai staf pengajar setelah menyelesaikan persyaratan kelulusannya di Sekolah Pascasarjana IPB.

Prestasi Mahasiswa: Di Plant Protection Olympiad 2017

Himpunan Mahasiswa Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya – Malang Melaksanakan acara Plant Protection Olympiad 2017, acara ini mengusung tema “Strategi Perlindungan Tanaman Menuju Pertanian Berkelanjutan” bertempat di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 22-23 Agustus, 2017.

Delegasi Departemen Proteksi Tanaman diwakili oleh Perhimpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman (HIMASITA), sedangkan peserta lainnya berasal dari Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah, dan peserta lainnya yaitu Universitas Gadjah Mada. Delegasi-delegasi ini terdiri dari beberapa tim, IPB diwakili 2 tim, UB diwakili 3 tim, dan UGM 1 tim.

Acara Plant Protection Olympiad 2017 ini memperlombakan dua jenis lomba, yaitu Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan Lomba Essay yang memiliki tema sesuai dengan tema besar acara ini. Selain lomba, diadakan juga Seminar Internasional yang berjudul “International Conference on Food Crop and Environment 2017”.

Delegasi Departemen Proteksi tanaman mendapatkan beberapa prestasi yang cukup membanggakan pada acara ini, yaitu juara kedua lomba cerdas cermat, yang dimenangkan oleh Egi Surya Kelana, Ahmad Ibrahim Yusuf, dan Raidi Rahman Moeis. Pada lomba essay delegasi Departemen Proteksi Tanaman menyapu bersih predikat juara pada subtema 1, yaitu Juara 1: Noni Wibiani, Juara 2: Warja Surya Atmaja, dan Juara 3: Natassa Kusumawardany.

Press Release Kegiatan International Student Field Course in Tropical Ecology And Rapid Biodiversity Assessment 2017

International Student Field Course yang diadakan pada tahun 2017 ini merupakan kegiatan kuliah lapangan ke-9 kolaborasi antara Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB dengan Division of Tropical Ecology and Animal Biodiversity, University of Vienna, Austria. Kegiatan studi lapangan tahun ini dilakukan di beberapa lokasi antara lain Resort Way Kanan (Taman Nasional Way Kambas), Pulau Anak, Rakata, dan Sertung (Cagar Alam Krakatau), Pulau Peucang dan Panaitan (Taman Nasional Ujung kulon), dan Resort Cikaniki (Taman Nasional Gunung Halimun Salak). Kegiatan dilaksanakan sejak tanggal 24 Juli sampai dengan 13 Agustus 2017. Beberapa persiapan untuk melaksanakan kegiatan ini salah satunya adalah dengan kuliah pengantar yang diadakan pada tanggal 19-21 Juli 2017.

Kegiatan ini berupa kuliah lapang pengenalan habitat ekologi tropis dan penilaian secara cepat mengenai keanekaragaman hayati. Jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 12 mahasiswa IPB dan 15 mahasiswa University of Vienna, dan terdiri dari pendamping (supervisor) masing-masing berjumlah dua orang dari IPB dan satu orang dosen dari University of Vienna. Peserta dibagi menjadi empat kelompok yang mewakili taksa yang berbeda-beda yaitu capung, kupu-kupu, burung, dan herpetofauna. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-6 orang mahasiswa (kecuali kelompok capung) dan didampingi oleh satu orang supervisor atau co-supervisor. Pada tahun ini, kegiatan juga melibatkan supervisor dari Indonesia Dragonfly Society (IDS) khususnya untuk pengamatan kelompok capung.

Pada tanggal 24 Juli 2017, kegiatan secara resmi dibuka oleh Dr. Edy Hartulistiyoso selaku direktur Direktorat Kerjasama dan Program Internasional IPB di Ruang Sidang Rektorat, Gedung Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga. Resort Way Kanan (TN Way Kambas, Lampung Timur) menjadi lokasi pertama kegiatan, berlangsung dari tanggal 25-27 Juli 2017. Selanjutnya tim berpindah menuju Kepulauan Krakatau (CA Krakatau) yang berada di Selat Sunda. Perjalanan menuju Kepulauan Krakatau menggunakan kapal angkut via Dermaga Canti di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan di CA Krakatau terpusat di Pulau Anak yaitu sebagai tempat base camp dan pengamatan. Selain di P. Anak, kegiatan di CA Krakatau juga dilaksanakan di Pulau Sertung dan Pulau Rakata. Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari 3 malam (28-31 Juli 2017). Destinasi selanjutnya yaitu Taman Nasional Ujung Kulon bertempat di resort Pulau Peucang. Perjalanan dari Kepulauan Krakatau menuju Pulau Peucang sendiri menempuh waktu selama 9 jam menggunakan kapal angkut kapasitas 35 orang. Pulau Peucang menjadi base camp kegiatan sekaligus tempat pengamatan. Pengamatan juga dilakukan di padang gembala Cidaon yang merupakan kawasan main land dan Pulau Panaitan. Kegiatan di resort Peucang berlangsung selama 7 hari 6 malam (31 Juli – 6 Agustus 2017).

Kurang lebih dua minggu menempuh kegiatan di lapangan, tim beristirahat selama satu hari di tanggal 7 Agustus 2017 di Bogor. Hari selanjutnya tim rombongan menuju lokasi pengambilan data terakhir yaitu di kawasan resort Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Sukabumi, Jawa Barat. Wisma riset Cikaniki digunakan sebagai base camp kegiatan karena letaknya yang strategis dengan beberapa track pengamatan berupa hutan tropis yang berbatasan langsung dengan kebun teh dan desa Citalahab. Kegiatan berlangsung selama 4 hari 3 malam (8-11 Agustus 2017).

Kegiatan selanjutnya setelah pengambilan data lapangan yaitu analisis data (12 Agustus 2017) dan presentasi-diskusi (13 Agustus 2017). Masing-masing kelompok melakukan analisis data sesuai dengan hasil data lapangan yang telah diperoleh sebagai bahan presentasi dan diskusi. Analisis data dilaksanakan di Laboratorium Analisis Data sedangkan presentasi hasil dan disuksi dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB. International field course ini merupakan kolaborasi kegiatan lapangan yang memberikan beragam wawasan, bukan hanya memperkenalkan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia, melainkan keanekaragaman etnik dan budaya.

Recent Events

Seminar Agroekologi Nusantara

29 November 2016

Gedung Kuliah A, Fakultas Pertanian - IPB, Bogor

Diskusi Panel Proteksi Tanaman: Penyelamatan Produksi Beras Nasional dari Ledakan Penyakit Blas

01 October 2016

Institut Pertanian Bogor, Dramaga Bogor