Logo

What We're Doing Right Now

  • Seminar UKPHT: Facing Challenges in Diagnosis and Management of Disease of Rubber Trees

    Rabu 13 Maret 2019, Unit kajian Pengandalian Hama Terpadu (UKPHT) – Departemen Proteksi Tanaman - IPB mempunyai agenda seminar rutin, seminar kali ini UKPHT-PTN mengundang Dr. C.K. Jayasinghe yang merupakan peneliti senior dari dari The International Rubber Research and Development Board dan Rubber Research Institute Sri Lanka yang memaparkan seminarnya yang berjudul Facing Challenges in Diagnosis and Management of Disease of Rubber Trees, selain Dr. C.K. Jayasinghe, turut hadir pula Dr. Abdul Aziz S.A Kadir (Secretaris General of International Rubber Research and Development Board), Dr. Thomas Wijaya (Kepala Bidang penelitian Pusat Penelitian Karet-Indonesia), dan Dr. Karyudi (Indonesian rubber Research Institute).

    Seminar yang diadakan di Ruang Sidang 1 PTN (W 7, Lv 5) ini dihadiri  peserta yang bukan hanya berasal dari internal civitas akademika Departemen Proteksi Tanaman saja, namun juga dihadiri oleh beberapa peserta dari departemen lainnya yang berada di IPB, Praktisi di bidang Karet, dan bahkan ada yang berasal dari universitas Halu Oleo – Kendari, Sulawesi Tenggara.

    PDF Download

     

    Read More

Recent News

Seminar UKPHT: Facing Challenges in Diagnosis and Management of Disease of Rubber Trees

Rabu 13 Maret 2019, Unit kajian Pengandalian Hama Terpadu (UKPHT) – Departemen Proteksi Tanaman - IPB mempunyai agenda seminar rutin, seminar kali ini UKPHT-PTN mengundang Dr. C.K. Jayasinghe yang merupakan peneliti senior dari dari The International Rubber Research and Development Board dan Rubber Research Institute Sri Lanka yang memaparkan seminarnya yang berjudul Facing Challenges in Diagnosis and Management of Disease of Rubber Trees, selain Dr. C.K. Jayasinghe, turut hadir pula Dr. Abdul Aziz S.A Kadir (Secretaris General of International Rubber Research and Development Board), Dr. Thomas Wijaya (Kepala Bidang penelitian Pusat Penelitian Karet-Indonesia), dan Dr. Karyudi (Indonesian rubber Research Institute).

Seminar yang diadakan di Ruang Sidang 1 PTN (W 7, Lv 5) ini dihadiri  peserta yang bukan hanya berasal dari internal civitas akademika Departemen Proteksi Tanaman saja, namun juga dihadiri oleh beberapa peserta dari departemen lainnya yang berada di IPB, Praktisi di bidang Karet, dan bahkan ada yang berasal dari universitas Halu Oleo – Kendari, Sulawesi Tenggara.

PDF Download

 

Seminar UKPHT: Community Phylogenetics and Trait Dispersion of Arboreal Ants After Rainforest Conversion to Monoculture in Sumatera

Rabu 06 Februari 2019, Unit kajian Pengandalian Hama Terpadu (UKPHT) – Departemen Proteksi Tanaman mempunyau agenda seminar rutin, seminar kali ini UKPHT mengundang Doktor dari Universitas Gottingen – Jerman untuk mengisi seminar rutin ini. Dr. Jochen Drescher Peneliti semut dari universitas Gottingen memaparkan hasil penelitiannya mengenai Filogenetik Komunitas dan Penyebaran Sifat dari semut tanah yang mengalami perubahan ekosistem dari hutan hujan menjadi hutan monokultur yang berada di Pulau Sumatera.

Seminar yang diadakan pada hari rabu 06 Februari 2019 bertempat Ruang Sidang 1 PTN (W 7, Lv 5) ini dihadiri 54 peserta yang bukan hanya berasal dari internal civitas akademika Departemen Proteksi Tanaman saja, namun juga dihadiri oleh beberapa departemen lainnya bahkan ada yang berasal dari universitas Brawijaya – Malang.

PDF Download

Pelatihan: Panen Madu dari Lebah Klanceng di TMII

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan bekerjasama dengan PEKA (Peduli Konservasi Alam) dengan tema memanen madu dari rumah sendiri dilaksanakan pada Sabtu, 26 Januari 2019 di Museum Serangga, TMII. Narasumber yang menjadi pembicara yaitu Nadzirum Mubin, SP., MSi yang merupakan staf Departemen Proteksi Tanaman, Faperta IPB.

Pelatihan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan ekologi dari Klanceng. Klanceng merupakan kelompok lebah tanpa sengat (stingless bee) yang dapat menghasilkan madu mirip dengan lebah madu (honey bee). Menurut Nadzir, “klanceng mempunyai keunggulan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lebah madu yaitu kandungan Vit C lebih tinggi yang dicirikan dari rasa madunya yang lebih asam tetapi manis” tungkasnya. Klanceng merupakan nama lokal dari wilayah Jawa Tengah, di Jawa Barat biasa disebut dengan “Teuwul”, di Padang “Galo-Galo”, Malaysia “Kelulut” dan sebagainya.

Peranan lebah tanpa sengat tidak hanya dapat dimanfaatkan madu, bee pollen, maupun propolisnya. Tetapi dampak yang lebih besar dapat diperoleh dari pemanfaatan klanceng di sekitar rumah kita. Klanceng yang mempunyai perilaku dasar sebagai pollinator/penyerbuk mempunyai peranan yang sangat penting yaitu untuk menyerbuki tanaman atau pepopohan di sekitar. Menurut Nadzir, “3/4 dari jumlah tanaman yang ada, proses penyerbukannya dibantu oleh serangga, dan serangga yang mendominasinya yaitu dari kelompok lebah”. Beberapa penelitian dan tanggapan dari masyarakat setelah memanfaatkan klanceng mendapatkan manfaat yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Manfaat yang diperoleh dari segi ekonomi yaitu dapat memanen madu secara mandiri di rumah tanpa harus membeli dari pasar/supermarket (harga madu klanceng berkisar 300-400 ribu per liter). Selain itu, manfaat yang lebih besar yang dirasakan adalah adanya bantuan penyerbukan yang menyebabkan tanaman buah dan sayuran di sekitar lingkungan rumah menjadi semakin banyak dan mempunyai durasi penyimpanan yang lebih lama.

Dalam pelatihan tersebut yang dihadiri oleh sebagian besar senior dari museum serangga TMII mempunyai antusias yang tinggi. Mereka berharap sebelum masa pensiun dapat membudidayakan klanceng ini untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitarnya.

PDF Download

Sidang Tesis: Magister P.S Entomologi a.n Robi Eka Putra

Tahapan terakhir sebelum diselenggarakanya wisuda bagi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor, baik program sarjana sampai program pascasarjana adalah prosesi sidang. Bagi mahasiswa program pascasarjana S2 prosesi sidang tesis menentukan lulus tidaknya mahasiswa tersebut, maka proses sidang ini sangat menentukan nasib mereka. Pada segmen ini akan diberitakan mengenai sidang tesis mahasiswa pascasarjana yang ada di Departemen Proteksi Tanaman IPB.

Segmen ini adalah liputan tentang sidang mahasiswa program studi entomologi yang bernama Robi Eka Putra, sidang dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2019, bertempat di Ruang Sidang 1 - Departemen proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian – IPB.

Mahasiswa pascasarjana yang menjadi calon Master ini merupakan mahasiswa yang berada dibawah komisi pembimbing Dr. Ir. Dadan Hindayana dan Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc. Dosen yang bertindak sebagai penguji luar komisi adalah Dr. Ir.  Sugeng Santoso, M.Agr, selain itu hadir pula ketua program studi entomologi Dr. Ir. Pudjianto, M.Si. Robi Eka Putra menyampaikan hasil penelitian tesisnya yang berjudul ”Tanggap Fungsional, Preferensi Ukuran Mangsa, Prilaku Kanibalisme, dan Tingkat Keberhasilan Hidup Sycanus annulicarnis Dhor. (Hemiptera: Reduviidae)”.

Penelitian tesis sdr Robi Eka Putra ini meneliti beberapa aspek yang ada pada serangga predator yang sering difungsikan sebagai agens hayati, yaitu Sycanus annulicarnis Dhor. (Hemiptera: Reduviidae).

PDF Download

Recent Events

Southeast Asia Plant Protection Conference 2019

13 August 2019

Bogor

Seminar Agroekologi Nusantara

29 November 2016

Gedung Kuliah A, Fakultas Pertanian - IPB, Bogor